Cibinong — Kwartir Cabang Kabupaten Bogor melalui Bidang Pembinaan Anggota Muda melaksanakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) pada hari Jum'at 01 Mei 2026 di Sekeratriat kwarcab kabupaten Bogor sebagai langkah strategis dalam memperkuat tata kelola dan arah pembinaan anggota muda. di Kegiatan ini mengusung tema “Penguatan Tata Kelola dan Strategi Pembinaan Anggota Muda menuju Target Istimewa & Gemilang PASTI HEBAT 2030” dan dihadiri oleh Ketua Harian, Sekretaris Cabang, Waka bina muda, unsur Andalan Cabang, Badan Pendukung Komisi PPGT, Pramuka Inklusif, Ka. Pusadatin, serta Dewan Kerja Cabang (DKC). 

FGD ini menjadi forum penting untuk merumuskan kebijakan strategis yang akan menjadi dasar penguatan Rencana Kerja Tahun 2026 sekaligus arah penyusunan Rencana Kerja Tahun 2027. Selain itu, hasil dari forum ini juga dipersiapkan untuk dipaparkan dalam Rakercab Agustus 2026 sebagai bagian dari upaya membangun sistem pembinaan yang lebih terstruktur dan berdampak.

Dalam pembukaan kegiatan ditegaskan bahwa keberhasilan Gerakan Pramuka sangat ditentukan oleh kualitas pembinaan anggota mudanya. Oleh karena itu, FGD ini bukan sekadar forum diskusi rutin, melainkan ruang strategis untuk melahirkan rumusan kebijakan nyata yang akan menentukan arah pembinaan lima tahun ke depan.

Salah satu fokus utama dalam FGD adalah pencapaian target strategis Bina Muda 2030, yakni peningkatan jumlah Pramuka Garuda dari sekitar 20.000 menjadi 50.000, peningkatan kualitas dan kuantitas Pramuka Teladan, serta mendorong Dewan Kerja Cabang menjadi DKC Tergiat 1 di Jawa Barat. Tidak hanya itu, sistem pembinaan Garuda dan Teladan juga ditargetkan menjadi percontohan di tingkat nasional.

Melalui diskusi yang berlangsung dinamis, peserta FGD melakukan diagnosa terhadap kondisi pembinaan saat ini. Ditemukan bahwa capaian Pramuka Garuda masih belum merata, khususnya di tingkat Penegak dan Pandega, serta pembinaan Pramuka Teladan yang masih belum terstruktur secara optimal. Selain itu, kegiatan-kegiatan yang selama ini dilaksanakan dinilai masih cenderung bersifat seremonial dan belum sepenuhnya menjadi alat pembinaan yang efektif.

Dalam sesi evaluasi program, berbagai kegiatan seperti Pesta Siaga, Lomba Tingkat, Jambore, dan Raimuna dikaji kembali relevansi dan dampaknya terhadap pembinaan. Peserta sepakat bahwa kegiatan-kegiatan tersebut harus ditransformasikan agar lebih adaptif, berkualitas, dan mampu memberikan dampak nyata terhadap perkembangan karakter dan kompetensi peserta didik.

FGD juga menghasilkan sejumlah strategi penting, di antaranya percepatan pencapaian Pramuka Garuda melalui roadmap yang jelas, penguatan sistem pembinaan berjenjang, serta intervensi langsung pada tingkat Gugus Depan dan Kwartir Ranting. Selain itu, penguatan kelembagaan PPGT juga menjadi perhatian utama sebagai motor penggerak pembinaan Garuda dan Teladan di lapangan.

Isu pembinaan inklusif turut menjadi pembahasan penting, dengan penekanan pada perlunya model pembinaan yang ramah bagi Pramuka Berkebutuhan Khusus (PBK), serta integrasi mereka dalam kegiatan-kegiatan besar Pramuka. Di sisi lain, penguatan pembinaan seni budaya dan kreativitas diarahkan sebagai diferensiasi yang mampu mengembangkan potensi minat dan bakat anggota muda.

Dalam upaya meningkatkan kinerja organisasi, strategi penguatan Dewan Kerja Cabang difokuskan pada perbaikan tata kelola, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengembangan program unggulan yang inovatif, dengan target menjadi DKC Tergiat 1 di Jawa Barat.

Selain itu, persiapan menuju Jambore Nasional 2026 menjadi salah satu prioritas pembahasan. Strategi yang disusun mencakup proses seleksi kontingen, pemusatan latihan, manajemen kontingen, hingga penetapan indikator keberhasilan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi, tetapi juga pada penguatan karakter dan citra organisasi.

FGD ini juga menegaskan pentingnya transformasi pembinaan di era digital melalui pemanfaatan platform pembelajaran digital, penguatan branding kegiatan, serta adaptasi terhadap karakter generasi muda yang semakin dinamis.

Sebagai penutup, forum ini menegaskan bahwa FGD bukanlah sekadar menyusun daftar kegiatan, melainkan merancang masa depan pembinaan anggota muda Kabupaten Bogor yang lebih terstruktur, progresif, dan berdampak nyata.

Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, hasil FGD ini diharapkan mampu menjadi pijakan kuat dalam mewujudkan target PASTI HEBAT 2030 serta melahirkan generasi muda Pramuka yang unggul, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan