Program pemulihan trauma (trauma healing) bagi penyintas bencana longsor di Desa Pasir Langu, Kabupaten Bandung Barat, dilaksanakan pada Jumat, 27 Februari 2026. Kegiatan ini dipimpin oleh Adriana Eko Susanti, S.Psi., CH., CHT., MNLP.
Pelaksanaan kegiatan berlangsung di salah satu rumah warga terdampak bencana. Program ini mendapat pengawalan dan dukungan dari Dinas Sosial Kabupaten Bandung Barat, Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, LDP Kemensos, Komnas Perlindungan Anak, Pramuka Peduli Kabupaten Bogor, Dinas Sosial Kabupaten Bogor,Lintas Healing Centre

Sebanyak 17 penyintas mengikuti program terapi, terdiri atas 12 orang dewasa dan 5 anak-anak. Seluruh peserta diketahui belum pernah mendapatkan pendampingan trauma psikologis sejak peristiwa longsor terjadi. Para penyintas menunjukkan gejala kecemasan tinggi, ketakutan berlebih terhadap suara hujan dan gemuruh, serta kewaspadaan berlebih terhadap lingkungan sekitar. Beberapa korban diketahui sempat tertimbun material longsor sebelum berhasil diselamatkan.
Dalam pelaksanaan terapi, tim menerapkan metode konseling individu, terapi kelompok, serta kegiatan pemulihan emosional khusus bagi dewasa dan anak-anak. Pendampingan Pramuka Peduli difokuskan pada dukungan psikososial, pengondisian peserta kegiatan, serta membantu menciptakan suasana aman dan kondusif selama proses terapi berlangsung.

Hasil kegiatan menunjukkan adanya perbaikan kondisi psikologis peserta. Sejumlah penyintas menyampaikan bahwa tingkat kecemasan mulai berkurang dan kondisi emosional dirasakan lebih stabil setelah mengikuti sesi terapi.
Selain kegiatan terapi, Pramuka Peduli bersama tim juga melakukan pendampingan kepada para penyintas dalam prosesi pemakaman jenazah korban longsor Pasir Langu yang belum teridentifikasi sebagai bentuk dukungan kemanusiaan kepada keluarga korban dan masyarakat terdampak.

Kegiatan ini diharapkan dapat membantu para penyintas bangkit secara mental dan emosional serta menjadi langkah awal dalam pemulihan kehidupan sosial pascabencana. Sinergi antara Pramuka Peduli dan lembaga terkait menjadi wujud kepedulian bersama terhadap dampak psikologis akibat bencana alam.