Bandung, 26 Februari 2026 — Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kwartir Daerah Jawa Barat menggelar kegiatan Ayo Pramuka Ngabuburit sebagai upaya memperkuat koordinasi, konsolidasi, serta peningkatan pemahaman digitalisasi data Gerakan Pramuka. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Pusdatin dari berbagai kwartir daerah dan kwartir cabang se-Indonesia, khususnya 27 kabupaten/kota di Jawa Barat.
Kegiatan dibuka secara virtual oleh Kepala Pusdatin Kwartir Daerah Jawa Barat, Kak Irfan Fadurohman, M.IPol, yang menyampaikan apresiasi atas partisipasi seluruh peserta, termasuk dari Pusdatin Kwartir Nasional Gerakan Pramuka serta perwakilan kwartir daerah dan kwartir cabang lainnya.
Dalam sambutannya, Kak Irfan menegaskan bahwa kegiatan Ayo Pramuka Ngabuburit bukan sekadar pengisi waktu menjelang berbuka puasa, tetapi juga menjadi wadah konsolidasi organisasi selama bulan Ramadan.
“Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat koordinasi, meningkatkan literasi digital, serta mengoptimalkan pengelolaan data kepramukaan melalui sistem terintegrasi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan capaian membanggakan bahwa Jawa Barat menjadi pengguna KTA Pramuka terbanyak di Indonesia dengan jumlah sekitar 4,4 juta anggota berdasarkan data Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Capaian ini diharapkan tidak hanya kuat secara administratif, tetapi juga mencerminkan keaktifan anggota di lapangan.
Kegiatan ini turut menjadi tindak lanjut dari bimbingan teknis sebelumnya terkait pemanfaatan Aplikasi Ayo Pramuka. Melalui pendalaman materi tematik, peserta diharapkan mampu mengoptimalkan fitur aplikasi untuk pengelolaan KTA, pelaporan kegiatan, pendaftaran event nasional seperti Jambore, hingga integrasi data anggota secara digital.
Kak Irfan juga mengajak kwartir cabang yang belum memiliki Pusdatin resmi agar segera membentuk unit tersebut. Pusdatin Kwartir Daerah Jawa Barat siap memberikan pendampingan agar penguatan kelembagaan berjalan optimal.
Selain itu, ia menekankan pentingnya komunikasi terbuka dalam implementasi sistem digital.
“Jika ada kendala, kita komunikasikan. Jika ada pertanyaan, kita diskusikan. Jika ada kekurangan, kita perbaiki bersama,” tambahnya.
Kegiatan Ayo Pramuka Ngabuburit dirancang berlangsung dalam tiga kali pertemuan dengan kurikulum sistematis agar seluruh peserta dapat memahami materi secara komprehensif dan mengimplementasikannya di wilayah masing-masing.
Acara ditutup dengan harapan agar transformasi digital di lingkungan Gerakan Pramuka semakin kuat, efektif, dan efisien, sehingga mendukung tata kelola organisasi yang modern, transparan, dan terintegrasi.
Salam Pramuka!