Bogor – Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor mengikuti Rapat Koordinasi Program Beasiswa Garuda Sarjana yang digelar secara virtual melalui Zoom pada Senin, 23 Februari 2026 pukul 21.00–22.00 WIB. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Jawa Barat Kak Herman Suryatman dan dihadiri Ketua Harian, jajaran pimpinan Kwarda, serta PIC dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat.
Dari Kabupaten Bogor, rakor diikuti oleh Kak Taufik Umar Prayoga selaku Andalan PPGT, Kak Yuniar Witriadi selaku Kepala Pusdatin, serta Kak Rahmat Hidayat sebagai staf PIC Beasiswa Garuda Sarjana Kabupaten Bogor.
Dalam arahannya, Ketua Kwarda Jawa Barat menegaskan bahwa program Beasiswa Garuda Sarjana merupakan bentuk aktualisasi nilai Pancawaluya ngajati diri dalam menyiapkan generasi muda masa depan. Program ini membuka peluang bagi Pramuka Penegak dan Pandega kelas XII usia 16–20 tahun untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik, baik di dalam negeri (10 perguruan tinggi unggulan) maupun di luar negeri (hingga 100 perguruan tinggi dunia).
Kwarda Jawa Barat juga akan memfasilitasi bimbingan belajar intensif selama 10 hari bagi peserta yang lolos tahap awal guna meningkatkan peluang diterima di perguruan tinggi tujuan. Setiap Kwarcab diberikan kuota tidak terbatas untuk menjaring peserta, dengan prioritas bagi Pramuka Garuda yang memiliki kemampuan bahasa Inggris memadai, termasuk sertifikat TOEFL.
Selain itu, Kwarda Jawa Barat mengingatkan Kwarcab untuk serius menindaklanjuti program ini melalui koordinasi dengan gugus depan pangkalan SMA/SMK/MA, menjaring peserta potensial, serta mendampingi peserta hingga proses pendaftaran selesai. Program ini juga membuka peluang lanjutan untuk beasiswa LPDP khusus Jawa Barat bagi Pramuka Penegak.
Dalam pemaparan teknis oleh Kak Deni Djuanda, dijelaskan tahapan seleksi beasiswa meliputi seleksi administrasi, tes bakat skolastik, serta wawancara placement. Pendaftaran gelombang pertama berlangsung hingga 15 Maret 2026, dilanjutkan seleksi administrasi 16–30 Maret, tes bakat skolastik 10–20 April, dan pengumuman akhir April. Gelombang kedua dijadwalkan Mei–Agustus 2026.
Beasiswa Garuda Sarjana mencakup dana pendidikan, biaya pendaftaran, biaya SPP, tunjangan buku, serta dukungan tambahan seperti transportasi, visa, asuransi kesehatan, biaya kedatangan, biaya hidup bulanan, hingga dana darurat.
Peserta diwajibkan mendaftar secara online dengan melengkapi profil diri, menulis personal statement, memilih bidang prioritas studi, serta mengunggah dokumen persyaratan. Bidang studi yang ditawarkan antara lain kesehatan, ketahanan pangan, digitalisasi, pertahanan, hilirisasi industri, manufaktur maju, maritim, energi, bisnis dan ekonomi, serta hukum dan kebijakan publik.
Dalam rapat juga ditegaskan bahwa setiap Kwarcab harus menyiapkan minimal dua PIC untuk memantau perkembangan peserta, melakukan seleksi awal, serta memastikan hanya peserta yang benar-benar potensial dan memiliki motivasi kuat yang didaftarkan.
Dengan adanya rakor ini, diharapkan seluruh Kwarcab di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Bogor, dapat bergerak cepat menjaring kader Pramuka terbaik untuk meraih kesempatan beasiswa sarjana, sehingga lahir generasi Pramuka unggul, berdaya saing global, dan siap menjadi pemimpin masa depan bangsa.