Bandung Barat – Tim Pramuka Peduli Sayaga 0901 Kwartir Cabang Kabupaten Bogor melaksanakan Operasi Search and Rescue (SAR) bencana alam tanah longsor di Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, sebagai bentuk respons cepat atas bencana longsor yang terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026.
Operasi SAR ini dilaksanakan berdasarkan Surat Tugas Nomor: 08/0901 Tahun 2026 dan berlangsung selama lima hari, terhitung mulai 28 Januari hingga 1 Februari 2026. Fokus utama kegiatan meliputi pencarian dan evakuasi korban, serta pendistribusian bantuan logistik darurat kepada warga terdampak.
Desa Pasir Langu yang berada di lereng Gunung Burangrang merupakan wilayah dengan tingkat kerawanan longsor yang tinggi. Curah hujan ekstrem yang terjadi secara terus-menerus menyebabkan pergerakan tanah pada dini hari, mengakibatkan puluhan rumah warga rusak, akses jalan desa tertutup, serta adanya laporan warga yang tertimbun material longsor.
Dalam operasi ini, Tim Pramuka Peduli Sayaga 0901 bekerja di bawah koordinasi teknis Basarnas dan unsur SAR gabungan. Tim terdiri dari lima personel inti, dipimpin oleh Herry Purwantoro selaku Komandan Tim. Personel lainnya adalah M. Iswahyudi sebagai Koordinator Lapangan dan Teknis SAR, Endang S. pada bidang logistik dan komunikasi, Ahmad Kholid sebagai personel evakuasi dan medis dasar, serta Asep Hermanto yang bertugas memantau potensi longsor susulan selama operasi berlangsung.
Rangkaian operasi diawali dengan mobilisasi tim dan pendirian posko lapangan, dilanjutkan dengan asesmen awal serta pemetaan area pencarian. Proses pencarian dilakukan secara bertahap di sektor A21 dan A22, dengan dukungan hingga lima unit alat berat (eskavator). Area terdampak seluas kurang lebih 5 hektare berhasil disisir oleh tim SAR gabungan.
Hasil dari operasi ini, tim berhasil membantu mengevakuasi korban dalam kondisi meninggal dunia (MD) yang selanjutnya diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi. Selain itu, tim juga berperan aktif dalam penyaluran bantuan kebutuhan dasar berupa makanan siap saji, selimut, dan obat-obatan kepada warga terdampak.
Meski operasi berjalan optimal, tim menghadapi sejumlah tantangan, di antaranya cuaca yang tidak menentu, kondisi tanah yang masih labil, serta keterbatasan alat pelindung diri (APD) dan dukungan pendanaan. Kondisi tersebut sempat menghambat proses pencarian demi menjaga keselamatan personel di lapangan.
Dari hasil evaluasi, Tim Pramuka Peduli Sayaga 0901 menekankan pentingnya peningkatan kesiapsiagaan masyarakat, penguatan sistem peringatan dini, serta pemanfaatan teknologi pemetaan udara seperti drone untuk operasi SAR di wilayah rawan longsor. Koordinasi lintas instansi dengan BPBD dan Basarnas juga dinilai perlu terus diperkuat.
Sebagai penutup, Tim Pramuka Peduli Sayaga 0901 menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Ketua Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor dan Ketua Kwarran Ciawi atas dukungan, arahan, dan motivasi selama pelaksanaan operasi. Sinergi tersebut menjadi kunci keberhasilan operasi SAR sekaligus wujud nyata kepedulian Pramuka dalam penanganan bencana kemanusiaan.