Ciawi, Bogor – Semangat baru pasca libur Idul Fitri dimanfaatkan oleh Anggota Pramuka Penggalang Gudep 24.049-24.050 MTs Fathan Mubina Kecamatan Ciawi dengan menggelar latihan perdana yang sarat edukasi lingkungan pada Kamis (02/04/2026). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh anggota Pramuka Penggalang sebagai bentuk aksi nyata kepedulian terhadap pengelolaan sampah mandiri.

Latihan dimulai dengan upacara pembukaan yang berlangsung khidmat, kemudian dilanjutkan dengan sesi materi dan praktik pembuatan eco enzyme yang disampaikan oleh Kak Nendi Hermawan selaku Pembina Penggalang. Dalam kegiatan ini, para peserta diajak untuk mengolah sampah organik rumah tangga seperti kulit buah dan sayuran menjadi cairan serbaguna yang bermanfaat.

Pembuatan eco enzyme dilakukan dengan menggunakan rumus perbandingan sederhana, yaitu 1 bagian gula merah atau molase, 3 bagian sampah organik, dan 10 bagian air. Campuran tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wadah tertutup dan difermentasi selama tiga bulan. Pada bulan pertama, wadah perlu dibuka secara berkala untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi.

Selain sebagai bentuk kepedulian lingkungan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari inovasi pembelajaran kepramukaan yang nantinya akan digunakan sebagai salah satu materi dalam ujian Tanda Kecakapan Khusus (TKK). Hasil dari eco enzyme sendiri memiliki banyak manfaat, mulai dari pembersih alami, pupuk tanaman, hingga disinfektan ramah lingkungan.

Pembina Gudep MTs Fathan Mubina, Kak Idris Affandi, Ama, memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dalam membentuk karakter peduli lingkungan pada peserta didik. “Saya sangat bangga dengan inisiatif adik-adik Pramuka. Ini bukan hanya latihan biasa, tetapi juga bentuk kontribusi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Kak Nendi Hermawan selaku Pembina Penggalang menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menanamkan kebiasaan baik sejak dini. “Melalui eco enzyme, adik-adik belajar bahwa sampah bukan hanya dibuang, tetapi bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” jelasnya.

Salah satu anggota Pramuka Penggalang Putri, Hafira Azqya Putri, mengaku senang mengikuti kegiatan ini. “Kegiatannya seru dan bermanfaat. Saya jadi tahu cara mengolah sampah dapur menjadi cairan yang berguna. Ini pengalaman baru yang menyenangkan,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan oleh anggota Penggalang Putra, M. Azkar Assauqy. Ia merasa kegiatan ini memberikan wawasan baru yang sangat berguna dalam kehidupan sehari-hari. “Saya jadi lebih peduli terhadap sampah di sekitar saya. Ternyata kita bisa membuat sesuatu yang bermanfaat dari hal sederhana,” katanya.

Dengan kegiatan ini, Pramuka MTs Fathan Mubina menunjukkan bahwa latihan kepramukaan tidak hanya membangun keterampilan dan karakter, tetapi juga mampu menjadi solusi nyata dalam menghadapi permasalahan lingkungan di sekitar.

(Pewarta : MRU)