CILEUNGSI — Penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda. Dampaknya tidak hanya merusak kesehatan fisik, tetapi juga menghancurkan kondisi mental dan masa depan penggunanya. Hal inilah yang menjadi fokus utama dalam pembinaan anggota Pramuka di Kwartir Ranting Cileungsi (2/5/2026).

Narkoba diketahui memberikan dampak besar terhadap kesehatan. Secara psikologis, pengguna dapat mengalami emosi tidak stabil, kecemasan, hingga gangguan tidur. Sementara itu, secara fisik, zat berbahaya ini mampu merusak organ vital seperti otak, paru-paru, dan ginjal, serta menurunkan daya ingat dan kemampuan berpikir.

Fenomena penyalahgunaan narkoba sering kali berawal dari rasa ingin mencoba atau dorongan untuk melarikan diri dari tekanan hidup. Namun, alih-alih menjadi solusi, narkoba justru memperburuk keadaan dan menimbulkan ketergantungan yang berbahaya. Bahkan, zat adiktif lain seperti lem aibon juga memiliki risiko tinggi yang tidak kalah mematikan.

Melihat kondisi tersebut, generasi muda, khususnya anggota Pramuka, dituntut untuk memiliki karakter kuat agar tidak mudah terpengaruh. Nilai disiplin, tanggung jawab, dan keteguhan menjadi benteng utama dalam menghadapi ancaman narkoba.

Dalam kegiatan pembinaan, Kak Kosasih selaku Ketua FKP F4GN dan Sekretaris Kwartir Cabang Kabupaten Bogor mengimbau agar Pramuka mampu menjaga diri serta berperan aktif dalam mengedukasi lingkungan sekitar. Ia menegaskan bahwa menjauhi narkoba adalah langkah penting untuk menjaga masa depan yang lebih baik