PAMIJAHAN – Kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat menjadi fokus utama dalam latihan rutin mingguan Gerakan Pramuka Gugus Depan pangkalan SMA Ibnu Hajar pada hari ini, Sabtu (14/02/2026). Barisan Pramuka Penegak di pangkalan ini digembleng secara intensif untuk menguasai materi Syarat Kecakapan Khusus Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (SKK PPPK).

Di bawah bimbingan langsung Pembina Pramuka SMA Ibnu Hajar, Kak Erik Permana, para Penegak tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mempraktikkan langsung teknik-teknik pertolongan pertama yang krusial. Materi yang disimulasikan meliputi cara menangani luka pendarahan, teknik pembidaian tulang patah, evakuasi korban, hingga resusitasi jantung paru (CPR) dasar.

Penguasaan TKK PPPK bagi seorang Pramuka Penegak merupakan keterampilan wajib yang sangat bermanfaat, baik untuk diri sendiri, regu, maupun masyarakat luas. Terkait hal ini, Kak Erik Permana menekankan pentingnya kesiapan mental dan ketangkasan anggota Pramuka di lapangan.

"Materi PPPK bukan sekadar tentang bagaimana cara membalut luka atau mengangkat tandu, tetapi tentang melatih ketenangan, kesiapan mental, dan kecepatan bertindak di saat-saat kritis. Seorang Penegak Ibnu Hajar harus siap sedia menjadi garda terdepan penolong sesama ketika terjadi kecelakaan atau keadaan darurat di sekitarnya," tegas Kak Erik Permana memotivasi para peserta didiknya.

Apresiasi Tinggi dari Ketua Kwarran Pamijahan

Latihan rutin yang berorientasi pada kecakapan hidup nyata ini mendapat sorotan positif dan apresiasi tinggi dari jajaran Kwartir Ranting. Ketua Kwarran Pamijahan, Kak Eric Hardiansyah, S.Pd., M.Pd., M.H., secara khusus memberikan dukungannya terhadap program pembinaan di SMA Ibnu Hajar.

Menurut beliau, keterampilan pertolongan pertama adalah wujud paling nyata dari pengamalan Tri Satya, yakni menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat.

"Saya sangat mengapresiasi inovasi dan konsistensi Gudep SMA Ibnu Hajar. Membekali Penegak dengan ilmu PPPK adalah investasi keterampilan yang luar biasa. Pramuka itu harus turun tangan, bukan tunjuk tangan saat ada kejadian darurat. Inilah wujud nyata Pramuka yang hadir untuk masyarakat," ungkap Kak Eric Hardiansyah.

Lebih lanjut, Kak Kwarran menegaskan bahwa kegiatan seperti ini adalah representasi sempurna dari visi yang selalu dijunjung tinggi di wilayahnya.

Kwarran Pamijahan: BERGERAK – BERDAMPAK – BERMANFAAT!