SUKARAJA – Suasana penuh semangat menyelimuti lingkungan SD Negeri Cikeas 01 pada Jumat dan Sabtu (13–14 Februari 2026). Sebanyak 486 tunas muda berkumpul, bukan sekadar untuk berkemah, melainkan untuk mengukir memori dan menempa karakter melalui perhelatan Persari (Perkemahan Sehari) dan Perjusa (Perkemahan Jumat-Sabtu).

Kegiatan rutin tahunan ini menjadi wadah krusial bagi siswa golongan Siaga dan Penggalang untuk melatih kemandirian, kedisiplinan, dan penguatan nilai-nilai kepramukaan di era modern.

Lautan Seragam Cokelat: Siaga yang Ceria, Penggalang yang Tangguh

Antusiasme terlihat jelas dari wajah para peserta. Tercatat sebanyak 279 peserta Siaga dan 207 peserta Penggalang berpartisipasi aktif di bawah bimbingan penuh para pembina dan panitia pelaksana SDN Cikeas 01.

"Kegiatan ini kami laksanakan untuk menanamkan nilai kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab. Kami ingin anak-anak memiliki karakter yang tangguh dan berakhlak mulia melalui pengalaman langsung di lapangan," ujar salah satu panitia pelaksana di sela-sela kegiatan.

Rangkaian Kegiatan yang Memikat

Panitia menyusun agenda yang terstruktur untuk memastikan setiap jenjang mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna:

  • Golongan Siaga: Mengawali hari dengan pembukaan yang khidmat, para Siaga dimanjakan dengan kegiatan Ragam Dangau dan berbagai games ketangkasan yang melatih motorik serta kerja sama tim.

  • Golongan Penggalang: Menjalani agenda yang lebih menantang. Mulai dari dinamika kelompok, materi kepramukaan, hingga latihan kesamaptaan. Momen paling ikonik terjadi pada Jumat malam, di mana Api Unggun dan Pentas Seni menjadi ajang unjuk bakat dan keakraban di bawah temaram cahaya api.

 

Kesan Mendalam dari Para Peserta

Kebahagiaan terpancar dari raut wajah para peserta yang terlibat. Bagi banyak siswa, momen ini adalah pengalaman pertama mereka belajar mandiri jauh dari orang tua.

"Awalnya saya takut kalau tidak bisa mandiri, tapi ternyata seru sekali! Saya paling suka waktu bagian games dan foto bersama teman-teman. Jadi lebih berani," ungkap salah satu peserta dari golongan Siaga dengan wajah berseri.

Senada dengan itu, salah satu peserta Penggalang juga mengungkapkan kesannya setelah melewati malam api unggun.

"Malam api unggun adalah momen terbaik. Kami belajar bekerja sama dalam tim dan menampilkan bakat di depan teman-teman. Rasanya capek, tapi bangga bisa menyelesaikan semua tantangan di pos-pos kegiatan," ujarnya.

Lebih dari Sekadar Berkemah

Bukan hanya soal keterampilan tali-temali atau mendirikan tenda, Persari dan Perjusa kali ini berhasil menciptakan ruang persaudaraan yang erat antarpeserta. Seluruh rangkaian acara berlangsung dengan penuh keceriaan, membuktikan bahwa belajar di luar kelas bisa menjadi sangat menyenangkan sekaligus transformatif.

Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai yang didapat—seperti disiplin dan tanggung jawab—tidak hanya berhenti di lapangan perkemahan, tetapi juga tertanam dalam kehidupan sehari-hari para siswa SDN Cikeas 01.