Kegiatan Rantang Kadeudeuh melibatkan seluruh siswa serta warga sekolah SDN Cileungsi 02 yang dengan penuh semangat berpartisipasi dalam aksi berbagi kepada masyarakat yang membutuhkan. Bantuan berupa sembako seperti beras, minyak goreng, gula, terigu, mie instan, serta uang tunai diserahkan kepada warga yang membutuhkan, salah satunya Mak Ita, warga Kampung Cipok yang menerima santunan secara langsung dari para anggota Pramuka.
Selain berbagi kepada warga, kegiatan tersebut juga diisi dengan santunan bagi anak yatim dan piatu, sehingga menambah nilai kebersamaan dan kepedulian sosial dalam momentum Ramadhan.
Ketua Majelis Pembimbing Gugusdepan (Mabigus) Kak Elis Mustika Liyana, S.Pd menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan program rutin tahunan yang selalu dinanti oleh seluruh warga sekolah.
“Alhamdulillah kegiatan Rantang Kadeudeuh ini sudah menjadi tradisi setiap bulan Ramadhan. Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan nilai empati, kepedulian, dan semangat berbagi kepada para siswa sejak dini,” ungkap Kak Elis.
Ketua Gudep Putra Kak Indra Maulana, S.Pd menjelaskan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan berasal dari infak harian siswa dan warga sekolah yang dikumpulkan selama bulan Ramadhan.
“Sumber bantuan ini murni dari sumbangan dan infak harian siswa serta warga sekolah. Hal ini menjadi bukti bahwa kebersamaan kecil yang dilakukan secara konsisten mampu menghadirkan manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Ketua Gudep Putri Kak Nuni Rohani, S.Pd yang menilai kegiatan ini bukan hanya sekadar berbagi, tetapi juga proses pendidikan karakter bagi para anggota Pramuka.
“Kami ingin anak-anak belajar langsung tentang arti kepedulian. Mereka tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga mempraktikkan nilai kemanusiaan melalui kegiatan nyata di masyarakat,” jelasnya.
Sementara itu, Nabila Ika Nurchasanah selaku Anggota Pramuka Penggalang yang menjabat sebagai Pratama Putri mengaku bangga dapat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut.
“Saya merasa senang bisa ikut membantu dan berbagi dengan warga. Semoga kegiatan ini bisa terus dilaksanakan setiap tahun agar semakin banyak orang yang terbantu,” tuturnya dengan penuh semangat.
Rasa haru juga disampaikan oleh Mak Ita, warga yang menerima santunan. Ia mengaku sangat bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh para siswa dan warga sekolah.
“Terima kasih banyak kepada anak-anak Pramuka dan sekolah. Bantuan ini sangat berarti bagi saya. Semoga semua yang memberi kebaikan dibalas dengan keberkahan,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Kegiatan Rantang Kadeudeuh ini menjadi bukti bahwa semangat gotong royong dan kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah masyarakat, terutama melalui pendidikan karakter yang ditanamkan sejak usia sekolah.
Pada akhirnya, kebaikan sekecil apa pun akan selalu menemukan jalannya untuk memberi makna bagi sesama. Seperti halnya Rantang Kadeudeuh, yang bukan sekadar berbagi bantuan, tetapi juga menebarkan kasih sayang, mempererat persaudaraan, dan menanamkan nilai kemanusiaan yang akan terus hidup di hati generasi penerus bangsa.
(Pewarta : MRU)