Ciawi-Bogor. Kegiatan sosial bertajuk “Rantang Kadeudeuh” yang digagas oleh Pramuka Gudep 24.013–24.014 MI An-Najah berlangsung penuh kehangatan dan kepedulian. Program berbagi ini dilaksanakan pada Jumat (13/03/2026) di lingkungan MI An-Najah dan sekitar wilayah sekolah yaitu Kampung Telukpinang, dengan melibatkan para Pembina serta Anggota Pramuka yang secara bersama-sama menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang membutuhkan.
Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial dari keluarga besar MI An-Najah kepada anak yatim dan para janda yang berada di sekitar sekolah. Bantuan yang disalurkan berupa beras, mie instan, serta uang santunan yang diharapkan dapat membantu meringankan kebutuhan sehari-hari para penerima.
Adapun sumber bantuan berasal dari hasil kepedulian para siswa dan pihak sekolah yang secara sukarela menyisihkan sebagian rezekinya. Semangat gotong royong tersebut menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai kepramukaan tidak hanya diajarkan dalam teori, tetapi juga dipraktikkan langsung melalui aksi nyata di tengah masyarakat.
Ka Mabigus MI An-Najah, Kak A. Rahmatullah, S.Pd.I, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari pendidikan karakter bagi para siswa.
“Melalui kegiatan Rantang Kadeudeuh ini kami ingin menanamkan nilai empati, kepedulian, dan semangat berbagi kepada para peserta didik. Semoga bantuan yang tidak seberapa ini dapat memberikan manfaat serta mempererat hubungan antara sekolah dengan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Pembina Gudep MI An-Najah, Kak Medania DS, menjelaskan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran sosial bagi anggota Pramuka.
“Kami ingin para anggota Pramuka memahami bahwa Pramuka tidak hanya tentang latihan dan kegiatan di sekolah, tetapi juga tentang hadir dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.
Salah seorang anggota Pramuka Penggalang yang terlibat dalam kegiatan ini, Nadira Imana Salsabila, mengaku merasa bahagia dapat ikut berpartisipasi dalam aksi berbagi tersebut.
“Saya senang bisa ikut membantu. Walaupun hanya sedikit, semoga bantuan ini bisa membuat para penerima merasa terbantu dan bahagia,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Rasa syukur juga disampaikan oleh Ibu Wiwi, salah seorang penerima bantuan dalam kegiatan tersebut.
“Saya sangat berterima kasih kepada guru dan anak-anak Pramuka MI An-Najah. Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Semoga Allah membalas semua kebaikan ini,” tuturnya haru.
Kegiatan Rantang Kadeudeuh MI An-Najah menjadi bukti bahwa nilai kepedulian dapat tumbuh dari langkah-langkah kecil yang dilakukan bersama. Dari tangan-tangan para guru dan siswa, lahir harapan bagi mereka yang membutuhkan. Sebab pada akhirnya, kekuatan sebuah pendidikan bukan hanya terletak pada ilmu yang diajarkan, tetapi juga pada ketulusan hati untuk berbagi dan menebarkan kebaikan kepada sesama.
(Pewarta : MRU)