PARUNGPANJANG – Semangat kepanduan kembali berkobar di lingkungan SMAN 1 Parungpanjang. Sebanyak 31 peserta didik resmi dilantik menjadi Pramuka Penegak Bantara dalam kegiatan yang diselenggarakan oleh Ambalan Raden Kian Santang (02-019) dan Nyi Rara Santang (02-020), pada Sabtu–Minggu, 14–15 Februari 2026.

Kegiatan pelantikan ini menjadi tonggak penting bagi para anggota Pramuka Penegak yang telah menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum (SKU). Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat di lingkungan sekolah, menandai pengakuan resmi atas kesiapan dan kecakapan mereka sebagai Penegak Bantara.

Mengusung metode pengembaraan, pelantikan tahun ini dirancang untuk menguji ketahanan fisik sekaligus mental peserta. Rute perjalanan dimulai dari Desa Lumpang, melintasi Desa Gorowong, dan berakhir di Desa Jagabaya.

Selama perjalanan menyusuri alam, para peserta tidak hanya dituntut memiliki daya tahan tubuh yang prima, tetapi juga kepekaan sosial terhadap lingkungan serta masyarakat sekitar. Kegiatan ini dirancang untuk membentuk karakter tangguh, memperkuat jiwa korsa, serta menanamkan nilai kemandirian dalam setiap pribadi anggota Pramuka.

Selain pengembaraan, para calon Bantara juga mendapatkan pembekalan materi kepramukaan esensial. Materi yang diberikan meliputi kepemimpinan (leadership), teknik pionering seperti pembuatan tandu darurat, navigasi darat menggunakan kompas, serta latihan Peraturan Baris Berbaris (PBB) untuk menumbuhkan disiplin dan kekompakan.

Seluruh rangkaian pelatihan intensif ini dipantau langsung oleh jajaran pembina, yakni Kak Haerudin, S.Pd. selaku Pembina Putra dan Kak Asiana Mulyani, S.Pd. selaku Pembina Putri. Pengawasan dan pendampingan dilakukan secara menyeluruh guna memastikan setiap peserta memenuhi standar kecakapan sebagai Penegak Bantara.

Ketua Gugus Depan, Moch. Gunawan, S.Pd.Fis., bertindak sebagai penanggung jawab kegiatan sekaligus memberikan arahan dalam upacara pengukuhan. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar 31 Penegak Bantara yang baru dilantik mampu menjadi teladan, menunjukkan integritas, serta aktif berkontribusi dalam setiap kegiatan pangkalan.

“Pelantikan ini bukanlah akhir dari proses, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar sebagai generasi penerus yang berkarakter, disiplin, dan berjiwa kepemimpinan,” ujarnya.

Dengan resminya pelantikan ini, Ambalan Raden Kian Santang dan Nyi Rara Santang diharapkan semakin solid dalam mencetak generasi muda yang tangguh, berakhlak, serta siap menjadi agen perubahan di lingkungan sekolah maupun masyarakat. Semangat kepanduan pun terus menyala, mengiringi langkah 31 Penegak Bantara baru dalam mengukir prestasi dan pengabdian.