TAJURHALANG – Suasana dingin dan kabut tipis di kawasan Wisata Gunung Bunder menjadi saksi bisu pengukuhan generasi baru Pramuka tangguh. Pada tanggal 6-7 Februari 2026, telah dilaksanakan prosesi Pelantikan Penegak Bantara SMK Syadam dan Pelantikan Penggalang Ramu SMP Aqilah Hidayah.
Satu Lokasi, Dua Momentum Besar
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari satu malam ini merupakan puncak dari rangkaian uji Syarat Kecakapan Umum (SKU) yang telah ditempuh oleh para peserta didik di pangkalan masing-masing. Pemilihan lokasi di Gunung Bunder bukan tanpa alasan; medan yang menantang dimaksudkan untuk menguji mental, fisik, dan loyalitas para calon Bantara dan Penggalang Ramu.
Prosesi Pelantikan yang Khidmat
Puncak acara ditandai dengan upacara pelantikan yang dilaksanakan dengan khidmat di bawah rimbunnya pohon pinus.
Penegak Bantara SMK Syadam: Para calon Bantara mengucapkan Janji Trisatya dan resmi menyandang tanda jabatan baru yang melambangkan kesiapan mereka untuk menjadi kader penggerak di tingkat sekolah menengah atas.
Penggalang Ramu SMP Aqilah Hidayah: Bagi adik-adik SMP, pelantikan ini merupakan langkah awal mereka memasuki dunia penggalang yang lebih dalam, setelah resmi diakui sebagai Penggalang Ramu.
Uji Nyali dan Kebersamaan
Sebelum prosesi pelantikan, para peserta harus melewati berbagai tantangan, mulai dari long march (jalan jauh), jelajah malam, hingga penyampaian materi kepramukaan di tengah alam. Api unggun yang menyala pada Jumat malam menjadi sarana mempererat persaudaraan antara kakak-kakak SMK Syadam dan adik-adik SMP Aqilah Hidayah.
"Pelantikan ini bukan sekadar pergantian tanda pundak, tapi perpindahan tanggung jawab. Kami berharap mereka menjadi pribadi yang lebih disiplin dan siap berbakti kepada masyarakat," ujar salah satu pembina pendamping di sela-sela kegiatan.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, diharapkan anggota Pramuka dari kedua sekolah tersebut membawa semangat baru untuk memajukan gugus depan masing-masing dengan karakter yang lebih kuat.