CIBUNGBULANG - 15 Februari 2026, Puluhan anggota Gerakan Pramuka menanam pohon di area Tempat Pemakaman Umum (TPU) Galuga, Minggu (15/2), dalam kegiatan bertajuk GAUL (Gerakan Aksi Untuk Lingkungan). Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya penghijauan sekaligus penguatan edukasi lingkungan bagi generasi muda di wilayah Cibungbulang.

Kegiatan yang digagas Unit Pramuka Peduli Kwartir Ranting Cibungbulang itu melibatkan berbagai unsur Pramuka, mulai dari Dewan Kerja Ranting hingga perwakilan Ambalan dan Racana se-Cibungbulang. Sejak pagi, peserta tampak bergotong royong menyiapkan lubang tanam dan menanam bibit pohon di sejumlah titik area pemakaman.

Ketua Unit Pramuka Peduli Kwarran Cibungbulang, Arya, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni penanaman pohon, melainkan bagian dari komitmen berkelanjutan Pramuka dalam menjawab tantangan lingkungan.

 “Kami ingin menunjukkan bahwa Pramuka tidak hanya belajar kepemimpinan dan keterampilan, tetapi juga bertanggung jawab menjaga alam. Penanaman pohon ini adalah langkah sederhana, namun dampaknya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Arya di sela kegiatan.

Menurutnya, pemilihan lokasi TPU Galuga memiliki makna tersendiri. Selain sebagai ruang publik yang membutuhkan peneduh dan penghijauan, kawasan tersebut juga dinilai strategis untuk membangun kesadaran bahwa pelestarian lingkungan dapat dilakukan di berbagai ruang kehidupan.

Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Kesekretariatan Kwarran Cibungbulang serta jajaran Dewan Kerja Ranting. Kehadiran lintas unsur tersebut mencerminkan sinergi internal Pramuka dalam mendorong gerakan peduli lingkungan secara lebih sistematis di tingkat ranting.

Melalui program GAUL, Kwartir Ranting Cibungbulang menargetkan kegiatan penghijauan tidak berhenti pada satu momentum saja. Program ini direncanakan menjadi agenda berkelanjutan yang melibatkan lebih banyak anggota serta kolaborasi dengan berbagai pihak di wilayah setempat.

Selain meningkatkan kualitas udara dan daya serap air tanah, penanaman pohon juga diharapkan dapat mengurangi risiko erosi serta menciptakan lingkungan yang lebih teduh dan nyaman bagi masyarakat sekitar.

Aksi tersebut sekaligus menjadi implementasi nilai Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan nyata, khususnya dalam hal cinta alam dan kasih sayang sesama manusia. Di tengah isu perubahan iklim dan berkurangnya ruang hijau, keterlibatan generasi muda dinilai menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan lingkungan.

Di antara deretan nisan TPU Galuga, bibit-bibit pohon yang baru ditanam itu kini berdiri sebagai simbol kepedulian—bahwa langkah kecil yang dilakukan bersama dapat memberi dampak besar bagi masa depan lingkungan.

 

Sumber : Arya Rahmat Alam/Dewan Kerja Ranting Cibungbulang