PARUNGPANJANG – Di tengah keramaian Wisata Alam Gunung Dago pada Sabtu lalu, Kak Risky dari Unit Warta Sayaga Kabupaten Bogor melakukan survei kecil-kecilan. Ia menanyakan kepada para wisatawan alasan mereka memilih Gunung Dago sebagai destinasi wisata. Di balik jawaban-jawaban tersebut, terdapat pertanyaan kritis: apakah Gunung Dago telah mampu memenuhi ekspektasi para pengunjung dan bagaimana pengelola dapat mempertahankan daya tariknya?
Kak Risky mewawancarai beberapa wisatawan untuk menggali alasan mereka memilih Gunung Dago. Beberapa pengunjung menyebutkan keindahan alam, udara segar, dan fasilitas yang tersedia sebagai daya tarik utama. “Pemandangannya sangat indah dan udaranya sejuk,” ujar salah satu wisatawan.
Namun, di balik pujian tersebut, terdapat potensi masalah yang perlu diantisipasi. Apakah pengelola wisata telah melakukan riset pasar yang memadai untuk memahami kebutuhan dan ekspektasi para pengunjung? Apakah fasilitas dan layanan yang tersedia sudah optimal dan mampu bersaing dengan destinasi wisata lainnya? Bagaimana pengelola dapat mempertahankan daya tarik Gunung Dago di tengah persaingan yang semakin ketat?
Survei kecil Kak Risky menunjukkan pentingnya memahami persepsi dan harapan para pengunjung. Data yang dikumpulkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pengelola wisata untuk meningkatkan kualitas layanan dan fasilitas, sehingga Gunung Dago dapat tetap menjadi destinasi wisata yang menarik dan diminati.
Muhammad Yusuf – Unit Warta Sayaga