CILEUNGSI — Gerakan Pramuka SMP Negeri 2 Cileungsi melaksanakan kegiatan Pramuka Berbagi dengan membagikan 20 paket sembako kepada masyarakat di sekitar area sekolah pada Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 15 anggota Pramuka yang didampingi oleh pembina dan bina bantu. Para peserta secara kompak terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan sebagai bentuk nyata kepedulian sosial dan semangat berbagi kepada sesama.

Sebanyak 20 paket sembako disiapkan untuk dibagikan kepada warga. Paket bantuan tersebut berisi kebutuhan pokok, antara lain beras, minyak goreng, gula, telur, dan mi.

Sebelum pembagian, anggota Pramuka terlebih dahulu melakukan pengumpulan sembako dan persiapan kegiatan. Selanjutnya, peserta mengikuti pembagian tugas sebelum berkeliling di sekitar sekolah untuk menyerahkan bantuan kepada warga yang membutuhkan.

Kegiatan Pramuka Berbagi ini dilaksanakan dengan tujuan menumbuhkan rasa kepedulian, solidaritas, dan semangat berbagi kepada sesama. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar.

Selain memberikan manfaat kepada masyarakat, kegiatan ini juga menjadi sarana pendidikan karakter bagi peserta didik. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan sosial, anggota Pramuka belajar menumbuhkan rasa peduli, empati, dan kepedulian sosial. Mereka juga dilatih untuk saling membantu, berbagi, bekerja sama, serta menerapkan nilai-nilai Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.

Pembina Pramuka SMP Negeri 2 Cileungsi, Karsiti, S.Pd., berharap kegiatan tersebut dapat terus menanamkan nilai-nilai positif dalam diri peserta didik.

“Harapan saya, peserta dapat menumbuhkan rasa peduli, empati, dan semangat berbagi. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi sesama, sekaligus membentuk generasi Pramuka yang peduli, mandiri, dan suka menolong,” ujarnya.

Kekompakan anggota Pramuka dalam melaksanakan kegiatan menjadi salah satu cerminan semangat kebersamaan. Melalui kegiatan Pramuka Berbagi, diharapkan kepedulian sosial tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan kepramukaan, tetapi juga tumbuh menjadi karakter yang diterapkan peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.