CILEUNGSI – Kerja keras dan semangat pantang menyerah mengantarkan dua tim Pramuka SMPN 1 Cileungsi meraih prestasi dalam ajang Gebyar Pramuka Cileungsi Tahun 2026. Tim A berhasil meraih Juara 2, sementara Tim B meraih Juara Harapan 1.
Kedua tim tampil dengan konsep yang berbeda, tetapi sama-sama mengusung semangat untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia. Tim A diperkuat oleh Dzaky Naufal Putra, Aditya Ramadhan, Zalfa Alika Budianto, Jelita Putri Salsabila, Charlyta May Hanna Situmorang, Anjani Sastya Vyana, Ulfi Maulida, dan Sisil Arpika Lumbantoruan.
Sementara itu, Tim B terdiri dari Fitria Queenzha Saada, Vivi Arpidiani, Vania Maidah, Allisya Maharani Putri, Najwa Runi Asyifa, Adinda Putri Wijayanti, Anin Dya Alya Putri, dan Fanesa Adelia Ramadhani.
Persiapan Singkat, Semangat Tak Terbatas
Prestasi tersebut diraih melalui persiapan yang relatif singkat. Kedua tim hanya memiliki waktu sekitar 10 hari untuk mempersiapkan penampilan. Selama masa persiapan, para peserta bahkan harus rela pulang sore demi menjalani latihan.
Tidak berhenti di situ, perubahan konsep masih dilakukan hingga H-3 perlombaan. Lagu dan sejumlah gerakan harus disesuaikan kembali agar penampilan kedua tim semakin sesuai dengan konsep yang telah disepakati.
Meski menghadapi keterbatasan waktu, semangat para peserta tidak surut. Kerja keras dan kekompakan akhirnya membuat seluruh persiapan dapat diselesaikan sesuai dengan harapan bersama.
Dari sisi musik, kedua tim menghadirkan pilihan lagu yang sangat variatif, mulai dari lagu Indonesia, Barat, Korea, hingga musik tradisional. Namun, keberagaman musik tersebut tetap dikemas dengan menonjolkan identitas budaya Indonesia.
Tim A menampilkan gerakan yang terinspirasi dari tari tradisional, sedangkan Tim B memasukkan unsur gerakan seni bela diri silat ke dalam penampilannya. Perpaduan tersebut menjadi ciri khas yang membedakan kedua tim sekaligus memperkuat pesan tentang kekayaan budaya Nusantara.
Konsep Dibangun Bersama
Dalam proses persiapan, kedua tim mendapatkan pendampingan dari alumni dan pembina Pramuka. Namun, para peserta tetap diberikan ruang untuk mandiri dalam menyusun konsep penampilan.
Alumni dan pembina lebih banyak memberikan arahan serta membantu menyempurnakan gerakan agar sesuai dengan konsep yang telah dibuat oleh peserta. Proses tersebut membuat para anggota tim tidak hanya menjadi pelaksana, tetapi juga terlibat langsung dalam menciptakan karya.
Pembina Pramuka SMPN 1 Cileungsi, Kak Gita, mengaku sangat terharu melihat perjuangan para peserta hingga akhirnya mampu meraih prestasi.
“Saya sangat terharu luar biasa, dan saya masih ingat ketika mereka ingin sekali mengikuti lomba ini dengan mengirimkan dua tim. Kita lakukan seleksi hingga terpilihlah orang-orang yang siap dan percaya. Walau dengan waktu singkat, tapi karena konsep dan latihan yang matang akhirnya membuahkan hasil.”
Menurut Kak Gita, keinginan peserta untuk mengikuti perlombaan menjadi awal dari proses panjang yang kemudian dilanjutkan dengan seleksi, penyusunan konsep, hingga latihan intensif. Hasil yang diraih menjadi bukti bahwa keterbatasan waktu bukan penghalang selama seluruh anggota memiliki komitmen dan semangat yang sama.
Dukungan Sekolah dan Orang Tua
Dukungan dari sekolah turut menjadi faktor penting dalam keberhasilan kedua tim. Mabigus SMPN 1 Cileungsi berperan memfasilitasi berbagai kebutuhan peserta serta menjembatani komunikasi antara peserta dan pihak sekolah.
Dukungan penuh dari sekolah membuat para peserta semakin termotivasi untuk memberikan kemampuan terbaiknya. Semangat tersebut kemudian diwujudkan melalui latihan intensif dan kerja keras selama masa persiapan.
Peran orang tua juga tidak kalah penting. Para orang tua memberikan dukungan, masukan, dan motivasi kepada anak-anak selama proses latihan hingga perlombaan. Bahkan, sejumlah orang tua turut mengantarkan anak mereka ke lokasi lomba.
Kekompakan antara peserta, pembina, alumni, sekolah, dan orang tua akhirnya menjadi kekuatan utama dalam perjalanan kedua tim hingga meraih prestasi.
Raihan Juara 2 oleh Tim A dan Juara Harapan 1 oleh Tim B menjadi bukti bahwa semangat, kerja keras, kreativitas, serta dukungan berbagai pihak mampu menghasilkan prestasi meskipun persiapan dilakukan dalam waktu yang terbatas.
Lebih dari sekadar piala, pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga bagi anggota Pramuka SMPN 1 Cileungsi tentang kedisiplinan, tanggung jawab, kreativitas, kerja sama, dan keberanian untuk mewujudkan sebuah karya.