CIBUBUR — Sebanyak 52 peserta dari berbagai daerah di Indonesia mengikuti Sekolah Vertical Rescue Indonesia Tingkat 1 Angkatan 296 yang digelar selama dua hari, 25–26 Agustus 2026, di Spirit Paintball, Buperta Cibubur.
Kegiatan yang diselenggarakan Vertical Rescue Indonesia ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam melakukan pertolongan dan evakuasi di medan sulit, terjal, maupun vertikal.
Dalam kegiatan tersebut, Kabupaten Bogor mengikutsertakan 14 personel, terdiri atas 5 orang sebagai asisten instruktur dan 9 orang sebagai peserta.
Keikutsertaan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Kabupaten Bogor dalam bidang pertolongan dan penyelamatan, khususnya pada medan sulit, terjal, dan vertikal.
Selama pelatihan, peserta mendapatkan materi dasar vertical rescue, mulai dari teknik pertolongan, penggunaan peralatan, sistem tali-temali, hingga aspek keselamatan dalam proses evakuasi.
Peserta berasal dari berbagai daerah, di antaranya Jakarta, Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Garut, Bandung, Tangerang Selatan, Bekasi, Purwakarta, Serang, Lampung Timur, Magelang, Sukoharjo, Bantul, Kalimantan Tengah, Depok, Sukabumi, Sumedang, Subang, dan sejumlah daerah lainnya.
Pelatihan dipandu oleh Komandan Vertical Rescue Indonesia Tedi Ixdiana bersama para instruktur dan asisten instruktur.
Tedi menjelaskan bahwa kemampuan vertical rescue dibutuhkan untuk mendukung proses pertolongan dan evakuasi di medan terjal maupun vertikal.
Selain pelatihan teknis, Vertical Rescue Indonesia juga aktif dalam kegiatan kemanusiaan dan pengabdian masyarakat, salah satunya melalui pembangunan jembatan gantung bagi masyarakat yang mengalami keterbatasan akses.
Hingga saat ini, Vertical Rescue Indonesia telah memiliki sekitar 22 ribu alumni yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Para alumni diharapkan dapat mengembangkan kompetensi yang diperoleh dan memberikan manfaat bagi masyarakat di daerah masing-masing.
Sekolah Vertical Rescue Indonesia Tingkat 1 Angkatan 296 menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang terampil, tanggap, dan siap membantu dalam situasi pertolongan maupun penyelamatan.
Dari keterampilan di medan vertikal, untuk keselamatan dan kemanusiaan