Bandung – Kwartir Cabang se-Jawa Barat mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Data Kepramukaan melalui Aplikasi Ayo Pramuka Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026, bertempat di Bumi Kitri Bandung. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat transformasi digital Gerakan Pramuka di Jawa Barat.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Hukum (Orgakum) Kwarda Jawa Barat Kak Baim Setiawan dengan penuh semangat. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa penguatan tata kelola berbasis digital merupakan kebutuhan mutlak organisasi di era saat ini. Ia juga mengajak seluruh Kwarcab untuk menjadikan momentum Bimtek ini sebagai titik awal konsolidasi data dan sistem administrasi yang lebih modern, terintegrasi, dan akuntabel.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Pusdatin Kwarnas Kak Ria Yusnita serta didampingi jajaran pengurus Kwarda Jawa Barat. Bimtek ini digagas oleh Kepala Pusdatin Kwarda Jawa Barat Kak Irfan Paturohman sebagai bentuk komitmen dalam memperkuat tata kelola data dan sistem administrasi berbasis digital.

Hadir sebagai narasumber dari Pusdatin Kwarnas, Kak Wildan dan Kak Gilang yang secara teknis memandu peserta dalam memahami dan mengoptimalkan penggunaan aplikasi Ayo Pramuka.

Secara khusus, Kwarcab Kabupaten Bogor turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan ini yang diwakili oleh Sekretaris Kwartir Cabang Kak Ahmad Kosasih, Wakil Sekretaris Kak Ahyani, Kepala Pusdatin Kwarcab Kabupaten Bogor Kak Yuniar Witriadi, serta Admin Kwarcab Kabupaten Bogor Kak Rahmat Hidayat. Kehadiran jajaran tersebut menunjukkan komitmen kuat Kwarcab Kabupaten Bogor dalam mendukung percepatan digitalisasi tata kelola organisasi.

Dalam pelaksanaannya, Bimtek difokuskan pada empat fitur utama dalam aplikasi Ayo Pramuka, yaitu:

  1. TPGP (Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka)

  2. E-Diklat

  3. Giat Pramuka

  4. E-Surat

Seluruh materi dipadatkan dalam satu hari kegiatan dengan pendekatan teknis dan aplikatif, sehingga peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga mampu langsung mempraktikkan penggunaan fitur-fitur tersebut. Beberapa hal penting yang dijelaskan meliputi pemanfaatan teknologi dalam pengelolaan data anggota, sistem pelaporan kegiatan secara terintegrasi, pengajuan dan verifikasi penghargaan, hingga tata kelola surat-menyurat digital yang lebih efektif dan akuntabel.

Kepala Pusdatin Kwarnas dalam arahannya menegaskan bahwa transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan organisasi untuk mewujudkan tata kelola modern, transparan, dan terukur. Aplikasi Ayo Pramuka diharapkan menjadi instrumen utama dalam mendukung sistem Satu Data Kepramukaan secara nasional. dan pada momen ini disampaikan pentingnya diseminasi hasil Bimtek ini ke tingkat Kwartir Ranting (Kwarran) hingga Gugus Depan. Hal ini mengingat pada bulan November mendatang akan ada penghargaan dari Kwarnas untuk beberapa kategori yang akan dinilai berdasarkan implementasi dan optimalisasi penggunaan sistem digital, termasuk kelengkapan data, pelaporan kegiatan, serta pengelolaan administrasi berbasis aplikasi.

Dengan terlaksananya Bimtek ini, diharapkan seluruh Kwarcab se-Jawa Barat semakin siap menghadapi era digital, meningkatkan kualitas pelayanan organisasi, serta memperkuat akuntabilitas dan profesionalisme dalam pengelolaan Gerakan Pramuka.