Cibinong — Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor menggelar Focus Group Discussion (FGD) Bidang Pengabdian Masyarakat (Abdimas) dan Lingkungan Hidup pada Selasa (28/4/2026) sebagai langkah strategis dalam memperkuat peran Pramuka di tengah masyarakat.
Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Harian, Sekretaris Cabang, Andalan Bidang Pembinaan Anggota, Andalan Kampung Pramuka, Andalan Abdimas, serta Kepala Pusdatin, Puslitbang dan DKC. FGD ini menjadi forum penting dalam merumuskan kebijakan strategis serta arah pengembangan program Abdimas ke depan.
Dalam sambutannya, Kak Makmur Rozak selaku ketua harian kwarcab kabupaten Bogor menegaskan bahwa program Abdimas merupakan implementasi nyata dari amanat organisasi sekaligus upaya memperkuat citra Gerakan Pramuka di tengah masyarakat. Ia juga menekankan pentingnya perubahan pola pendekatan dari yang bersifat top-down menjadi lebih partisipatif melalui diskusi dan kolaborasi.
“Forum ini diharapkan mampu menghasilkan rumusan kebijakan yang tidak hanya terencana dengan baik, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
FGD ini menghasilkan beberapa fokus utama, di antaranya penguatan rencana kerja tahun 2026, penyusunan arah strategis tahun 2027, serta pembenahan tata kelola program Abdimas agar lebih sistematis dan berkelanjutan. Hasil pembahasan ini nantinya akan menjadi bahan dalam Rapat Kerja Cabang (Rakercab) yang direncanakan maju ke bulan Agustus 2026.
Dalam pemaparannya, Andalan Abdimas Kak Bonin menyampaikan berbagai capaian program yang telah dilaksanakan sepanjang tahun 2026. Di antaranya program Pramuka Peduli Stunting di 15 kwarran dengan 1.200 penerima manfaat, aksi pilah sampah di 120 gugus depan dengan 62 bank sampah aktif, serta kegiatan bakti religi rutin di 40 kwarran yang menyasar sekitar 200 masjid dan musala.
Selain itu, Gerakan Pramuka juga terlibat aktif dalam kegiatan sosial lainnya seperti Pramuka Mengajar di Kecamatan Cigudeg, respon cepat bencana longsor di Cisarua, serta pelaksanaan karya bakti pada momentum Natal, Tahun Baru, dan membantu pelaksanaan kegiatan shalat Idulfitri di gelora pakansari.
Namun demikian, masih terdapat beberapa program yang belum terlaksana secara optimal, seperti Kampung Pramuka Digital, sertifikasi Tim Reaksi Cepat (TRC) di 40 kwarran, pustaka keliling, Sekolah Sungai Ciliwung, aplikasi pelaporan Abdimas, serta kegiatan donor darah.
Ke depan, program Abdimas tahun 2027 akan difokuskan pada penguatan kegiatan kemanusiaan, lingkungan, dan literasi. Beberapa program unggulan yang direncanakan meliputi karya bakti di 20 kwarran, penguatan bank sampah di seluruh kwarran, gerakan donor darah, hingga program literasi berbasis teknologi seperti pelatihan menulis dan pemanfaatan kecerdasan buatan.
Program Kampung Pramuka terus diperkuat sebagai model pengabdian masyarakat berbasis kepramukaan yang terintegrasi. Hal tersebut mengemuka dalam sesi pemaparan yang disampaikan oleh Wawan Gunawan selaku Kepala Pusat Pembinaan Kampung Pramuka dalam kegiatan pembahasan program Kampung Pramuka.
Dalam paparannya, disampaikan bahwa Kampung Pramuka dirancang sebagai program strategis yang tidak hanya berfokus pada kegiatan kepramukaan semata, tetapi juga menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat, mulai dari pendidikan, lingkungan, hingga ekonomi keluarga.
“Kampung Pramuka harus menjadi pusat kegiatan yang hidup di tengah masyarakat, memberikan manfaat nyata, dan menjadi contoh bagi wilayah lainnya,” ujarnya.
Sebagai bentuk penguatan program, ditetapkan 12 fokus kegiatan utama yang akan menjadi arah pengembangan Kampung Pramuka. Fokus tersebut meliputi sosialisasi dan peluncuran program, pendidikan karakter, lingkungan dan ketahanan pangan, ekonomi keluarga, seni budaya lokal, kesehatan dan sanitasi, pendidikan dan literasi, siaga bencana, Ramadhan inspiratif, kegiatan terintegrasi, digitalisasi dan dokumentasi, serta evaluasi dan penguatan jejaring.
Pada aspek lingkungan dan ketahanan pangan, program telah menunjukkan hasil nyata dengan dilaksanakannya penanaman sebanyak 50 pohon kelapa sebagai bagian dari upaya menciptakan kampung yang hijau dan berkelanjutan. Program ini juga diarahkan untuk mewujudkan konsep kampung bahagia yang sehat, bersih, dan produktif.
Selain itu, penguatan program juga dilakukan melalui kerja sama lintas unsur. Salah satunya dengan Bina Muda Pramuka Garuda dalam pengembangan hasta karya yang memiliki nilai guna dan dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat di Kampung Pramuka. Kerja sama lainnya dilakukan dengan Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdik) dalam menggerakkan para pembina untuk mengembangkan narakarya sebagai bagian dari peningkatan kapasitas dan inovasi program.
Dengan pendekatan yang terintegrasi dan kolaboratif, Kampung Pramuka diharapkan mampu menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis kepramukaan yang berkelanjutan. Program ini juga diharapkan dapat mendukung terwujudnya kampung yang mandiri, berdaya, serta siap menghadapi berbagai tantangan sosial dan lingkungan.
Melalui penguatan program ini, Gerakan Pramuka semakin menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam pembangunan masyarakat, sekaligus menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan dan permasalahan di tingkat lokal.
Gerakan Pramuka terus memperkuat perannya dalam bidang kemanusiaan melalui program Pramuka Peduli melalui forum ini kak Herry purwantoro selaku Andalan PP Kwarcab kabupaten Bogor menyampaikan khususnya dalam aspek rekrutmen anggota serta peningkatan kapasitas penanggulangan bencana. Hal ini mengemuka dalam kegiatan pembahasan yang melibatkan unsur Kwarcab, kwarran, dan tim Pramuka Peduli.
Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa Pramuka Peduli tidak hanya berperan saat terjadi bencana, tetapi juga memiliki tanggung jawab sebagai edukator dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat. Edukasi dilakukan melalui sosialisasi mitigasi bencana, pelatihan dasar kebencanaan, hingga simulasi evakuasi yang menyasar anggota Pramuka dan masyarakat umum.
Selain sebagai edukator, Pramuka Peduli juga dipersiapkan sebagai tim taktis di lapangan yang mampu bergerak cepat dalam situasi darurat. Peran ini meliputi assessment awal lokasi bencana, evakuasi korban sesuai kapasitas, pendirian posko, distribusi bantuan logistik, serta dukungan layanan kemanusiaan lainnya dengan tetap mengedepankan keselamatan dan prosedur yang berlaku.
Penguatan program juga difokuskan pada proses rekrutmen anggota yang dilakukan secara berjenjang melalui gugus depan dan kwarran. Sasaran utama adalah Pramuka Penegak dan Pandega yang memiliki komitmen, kesiapan fisik dan mental, serta kemampuan bekerja dalam tim. Seluruh anggota yang tergabung akan didata secara sistematis guna mendukung kesiapan mobilisasi saat dibutuhkan.
Untuk menunjang peran tersebut, berbagai pelatihan terus dikembangkan, di antaranya pelatihan dasar kebencanaan, pertolongan pertama, manajemen posko, hingga komunikasi darurat dan dukungan psikososial. Selain itu, pembentukan Tim Reaksi Cepat (TRC) di setiap kwarran menjadi langkah strategis dalam mempercepat respon di tingkat wilayah.
Dengan penguatan ini, Pramuka Peduli diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam upaya penanggulangan bencana, sekaligus menjadi agen edukasi yang membangun budaya sadar bencana di masyarakat.
Gerakan Pramuka melalui program Pramuka Peduli terus menunjukkan komitmennya sebagai mitra strategis dalam penanganan bencana, menghadirkan relawan yang tidak hanya tangguh di lapangan, tetapi juga mampu memberikan edukasi yang berdampak luas bagi masyarakat.
FGD ini juga menetapkan visi jangka panjang bertajuk “Jejak Istimewa Gemilang Menuju Barometer Percontohan Nasional” dengan target mempertahankan predikat tergiat di Jawa Barat serta memperluas capaian program seperti peningkatan jumlah Pramuka Garuda, akreditasi gugus depan, hingga terwujudnya Kampung Pramuka di setiap kecamatan.
Melalui FGD ini, Kwarcab Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan program pengabdian masyarakat yang berdampak nyata, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran Pramuka sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sosial dan lingkungan.
Dalam penutupan kegiatan FGD Bidang Abdimas dan Lingkungan Hidup, Wakil Ketua Bidang Abdimas Kak Sulaemansyah menyampaikan harapannya agar seluruh hasil diskusi tidak hanya berhenti sebagai konsep, tetapi dapat segera diimplementasikan secara nyata di lapangan.
Beliau menekankan bahwa program pengabdian masyarakat harus mampu memberikan dampak langsung, terukur, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Oleh karena itu, setiap kwarran diharapkan dapat mengadaptasi dan mengembangkan program sesuai dengan potensi wilayah masing-masing, tanpa meninggalkan arah kebijakan yang telah dirumuskan bersama.
Selain itu, Waka Abdimas berharap adanya penguatan sinergi antar bidang, khususnya dalam mendukung program Kampung Pramuka sebagai model pengabdian terpadu. Kolaborasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah daerah, dunia usaha, maupun masyarakat, dinilai menjadi kunci keberhasilan program ke depan.
Dalam aspek pengelolaan program, beliau juga menekankan pentingnya digitalisasi, pelaporan yang tertib, serta dokumentasi yang baik, sehingga setiap kegiatan dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi bahan evaluasi serta pengembangan di masa mendatang.
Lebih lanjut, Waka Abdimas mendorong agar seluruh jajaran mampu membangun komitmen bersama dalam menjalankan program secara konsisten, serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, terutama di tingkat kwarran dan gugus depan.
“Harapan kami, dari forum ini lahir langkah nyata. Pramuka harus hadir sebagai solusi di tengah masyarakat, melalui program yang terarah, terukur, dan benar-benar dirasakan manfaatnya,” ungkapnya.
Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, diharapkan program Abdimas dapat semakin memperkuat peran Gerakan Pramuka sebagai agen perubahan sosial yang aktif, inovatif, dan berdampak luas bagi masyarakat.