NANGGUNG, BOGOR – Dalam rangkaian memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor menggelar kegiatan perkemahan di Kampung Citalahab, Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor. Salah satu agenda utama yang menarik perhatian adalah pembekalan materi Mindfulness bagi para peserta didik Penegak dan Pandega (T&D) se-Kabupaten Bogor pada Selasa (2/6/2026).
Materi Mindfulness ini dihadirkan khusus untuk melatih kemampuan dasar manusia agar dapat sepenuhnya hadir, menyadari keberadaan diri, serta fokus pada apa yang sedang dilakukan tanpa bersikap terlalu reaktif atau terbebani oleh situasi di sekitarnya.
Hadir sebagai narasumber, Adriana Eko Susanti, S.Psi., Ch., Cht., Ci., MNLP., yang merupakan perwakilan dari Bidang Kampung Pramuka dan Pramuka Peduli di bawah naungan Kak H. Asep Sulaemansyah selaku Wakil Ketua (Waka) Bidang Pengabdian Masyarakat Kwarcab Kabupaten Bogor.
Hadir sebagai narasumber, Adriana Eko Susanti, S.Psi., Ch., Cht., Ci., MNLP., yang merupakan perwakilan dari Bidang Kampung Pramuka dan Pramuka Peduli di bawah naungan Kak H. Asep Sulaemansyah selaku Wakil Ketua (Waka) Bidang Pengabdian Masyarakat Kwarcab Kabupaten Bogor.
Melatih Prinsip 'Here and Now'
Dalam sesi tersebut, para peserta dilatih untuk membangun kesadaran penuh terhadap momen saat ini (here and now) secara objektif tanpa menghakimi situasi. Adriana memaparkan bahwa fokus pada masa kini merupakan kunci utama agar anggota Pramuka memiliki mental yang tangguh di era digital yang serba cepat ini.
"Melalui mindfulness, adik-adik Pramuka diajak untuk menerima kondisi saat ini dengan lapang dada, sehingga mereka tidak terjebak pada penyesalan masa lalu maupun kecemasan akan masa depan," ujar Adriana di sela-sela pemberian materi.
Dalam sesi tersebut, para peserta dilatih untuk membangun kesadaran penuh terhadap momen saat ini (here and now) secara objektif tanpa menghakimi situasi. Adriana memaparkan bahwa fokus pada masa kini merupakan kunci utama agar anggota Pramuka memiliki mental yang tangguh di era digital yang serba cepat ini.
"Melalui mindfulness, adik-adik Pramuka diajak untuk menerima kondisi saat ini dengan lapang dada, sehingga mereka tidak terjebak pada penyesalan masa lalu maupun kecemasan akan masa depan," ujar Adriana di sela-sela pemberian materi.
Tiga Manfaat Utama Bagi Peserta
Setelah mengikuti simulasi dan pematerian, para peserta didik T&D mengaku mendapatkan pemahaman baru yang sangat mendalam. Metode ini setidaknya memberikan tiga dampak positif langsung bagi para kader muda Pramuka, di antaranya:
Meredakan Stres dan Kecemasan: Peserta diajarkan teknik pernapasan dan pengelolaan emosi untuk meredakan tekanan psikologis.
Meningkatkan Kesehatan Mental: Membantu menjaga stabilitas emosi dan membangun mindset yang lebih positif dalam kehidupan sehari-hari.
Fokus yang Lebih Tajam: Melatih konsentrasi agar para anggota Pramuka dapat menyelesaikan tugas atau studi mereka dengan lebih optimal.
Kegiatan perkemahan dalam rangka HJB ke-544 ini diharapkan tidak hanya melatih ketangkasan fisik fisik anggota Pramuka, namun juga memperkokoh ketahanan mental dan spiritual mereka agar siap mengabdi di tengah masyarakat. (Red)