CISARUA — Suasana pagi di kawasan hulu Cisarua tampak berbeda dari biasanya. Ratusan anggota Gerakan Pramuka dari Kwartir Ranting (Kwaran) Cisarua memadati tepi sungai dengan membawa kantong-kantong berisi benih ikan, siap melaksanakan salah satu tradisi pelestarian alam yang sarat makna: Ngalokat Cai.
Kegiatan yang secara harfiah berarti "mensucikan/membersihkan air" ini dilaksanakan serentak di dua titik strategis — di hulu dan hilir sungai — sebagai wujud nyata kepedulian generasi muda terhadap kelestarian sumber daya air. Momentum ini sekaligus dipilih bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang jatuh setiap tanggal 5 Juni.
"Ngalokat Cai bukan sekadar ritual budaya, ini adalah gerakan nyata anak-anak Pramuka untuk menjaga ekosistem sungai dari hulu hingga hilir. Saya bangga menyaksikan semangat adik-adik yang luar biasa hari ini."
— Kak Agus Ridho, Ketua Kwartir Cabang Kabupaten Bogor
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Kabupaten Bogor, Kak Agus Ridho, hadir langsung di lapangan untuk mendampingi para peserta. Dengan mengenakan seragam lapangan khas Pramuka berwarna khaki dan topi hitam, beliau tampak larut dalam kegiatan bersama para anggota, memberikan semangat dan arahan secara langsung kepada setiap kelompok yang bertugas.
Prosesi Ngalokat Cai di hulu meliputi aksi bersih sungai, penanaman pohon di sekitar sempadan sungai, serta penebaran benih ikan guna memulihkan ekosistem perairan. Sementara di bagian hilir, para peserta melakukan monitoring kualitas air sekaligus kampanye larangan pembuangan sampah ke aliran sungai kepada masyarakat sekitar.