CIMANDALA — Malam hari, Kamis 27 Agustus 2026, rangkaian kegiatan Pramuka Penegak di Bumi Perkemahan Cimandala berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh makna. Di tengah rangkaian aktivitas perkemahan, para peserta mengikuti Upacara Adat Padjajaran sebagai bagian dari upaya mengenalkan, menjaga, dan melestarikan nilai-nilai budaya daerah.
Upacara Adat Padjajaran menjadi salah satu ruang pembelajaran bagi Pramuka Penegak untuk mengenal lebih dekat kekayaan tradisi dan kearifan lokal. Kegiatan dikemas dengan suasana yang sarat simbol dan nilai, sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi para peserta dalam memahami pentingnya budaya sebagai bagian dari jati diri bangsa.
Dalam suasana malam yang tenang, peserta mengikuti setiap tahapan upacara dengan penuh perhatian dan penghormatan. Tradisi yang ditampilkan menjadi sarana untuk menanamkan berbagai nilai positif, seperti rasa hormat, kebersamaan, kedisiplinan, tanggung jawab, keteguhan sikap, serta kecintaan terhadap budaya bangsa.
Bagi generasi muda, mengenal budaya tidak cukup hanya melalui buku atau cerita. Pengalaman secara langsung menjadi bagian penting agar nilai-nilai luhur tersebut dapat dipahami dan dirasakan. Melalui Upacara Adat Padjajaran, para Pramuka Penegak diajak untuk melihat bahwa tradisi merupakan warisan yang memiliki makna dan patut dijaga keberlangsungannya.
Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat bahwa Gerakan Pramuka tidak hanya membentuk generasi muda yang terampil dan mandiri, tetapi juga memiliki karakter, identitas budaya, serta kepedulian terhadap warisan leluhur.
Upacara Adat Padjajaran menjadi pengingat bahwa kemajuan zaman tidak boleh membuat generasi muda melupakan akar budayanya. Justru dengan mengenal dan menghargai tradisi, generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri dengan identitasnya dan mampu membawa nilai-nilai luhur tersebut ke masa depan.
Merawat tradisi, mengenal budaya, menguatkan kebersamaan, dan meneguhkan karakter Pramuka Penegak.