Puncak, Kabupaten Bogor – Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan menyelimuti acara "Ngalokat Cai Hulu dan Ngalokat Cai Hilir" yang digelar di tengah hamparan asri kebun teh Cisarua, Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun 2026.
Hadir dalam kesempatan tersebut Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Cisarua, lengkap dengan jajaran pengurus, Dewan Kerja Ranting (DKR), dan puluhan anggota Pramuka Penegak yang tampak gagah dan rapi mengenakan seragam Pramuka, beberapa di antaranya dengan topi biru sebagai penanda. Kehadiran mereka di lokasi terbuka ini, yang terlihat pada gambar 1, mencerminkan sinergi antara kepanduan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian alam, selaras dengan semangat Hari Jadi Bogor.
Bapak Bupati Bogor dan jajaran unsur Forkopimda turut hadir langsung untuk mengikuti prosesi adat tersebut. Sebuah spanduk sambutan di bawah pendopo menegaskan makna acara, bertuliskan: "HARI JADI BOGOR KE-544 TAHUN 2026 - GERAKAN PRAMUKA CISARUA - NGALOKAT CAI." Gambar tersebut juga menangkap jejak vapor pesawat di langit biru yang cerah, menambah keindahan pemandangan pegunungan dan kebun teh yang melingkupi acara ini.
Jajaran pengurus Gerakan Pramuka Kwartir Ranting (Kwarran) Cisarua bersama Dewan Kerja Ranting (DKR) dan puluhan Anggota Pramuka Penegak turut ambil bagian secara aktif dalam upacara adat ritual Ngalokat Cai Hulu dan Ngalokat Cai Hilir. Kegiatan sakral yang berlokasi di kawasan hulu sungai penunjang kehidupan ini digelar sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun 2026, Jumat (5/6/2026).
Di bawah langit biru yang cerah bersanding elok dengan hamparan hijau perkebunan teh khas Puncak, kehadiran elemen Pramuka memberikan warna tersendiri dalam menyemarakkan tradisi tahunan ini. Berdasarkan dokumentasi foto resmi kegiatan (20260605_083432.jpg), seluruh kader Pramuka Penegak dengan atribut lengkap nampak berdiri berbaur secara khidmat bersama tokoh adat, aparatur pemerintah, serta lapisan masyarakat Bogor di area terbuka.
Ketua Kwartir Ranting Cisarua dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa keikutsertaan Pramuka dalam kegiatan ini bukan sekadar menghadiri seremonial belaka. Kehadiran ini merupakan wujud nyata pengamalan Darma Pramuka yang kedua, yakni "Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia". Pramuka penegak diharapkan mampu menangkap pesan moral di balik perlindungan mata air (hulu) hingga ke aliran hilir.
"Ngalokat Cai bukan hanya sekadar merawat tradisi budaya Sunda, melainkan sebuah refleksi dan komitmen ekologis. Kehadiran adik-adik Penegak dan jajaran pengurus Kwarran di sini menjadi bukti komitmen bahwa Pramuka Cisarua siap berada di garda terdepan dalam mengawal isu kelestarian lingkungan dan ketahanan air di Kabupaten Bogor," ungkapnya.
Prosesi ritual yang berlangsung damai dan tertata rapi ini juga dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah serta Forkopimda. Upacara adat diisi dengan doa bersama serta simbolisasi pembersihan sumber air dari hulu hingga hilir agar senantiasa membawa berkah dan menjauhkan bencana bagi seluruh warga Bogor.
Melalui momentum HJB ke-544 ini, sinergisitas antara adat istiadat setempat, pemerintah daerah, dan Gerakan Pramuka Kwarran Cisarua diharapkan dapat terus terjaga erat. Keterlibatan aktif generasi muda setingkat Penegak ini diharapkan memicu kesadaran masyarakat luas akan pentingnya menjaga kebersihan sungai serta ekosistem pegunungan demi masa depan kelangsungan lingkungan hidup di Bumi Tegar Beriman.