KABUPATEN BOGOR — Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor memulai rangkaian kegiatan monitoring Satuan Karya Pramuka (Saka) yang berlangsung pada 19–22 Oktober 2026. Pada hari pertama pelaksanaan pada Senin, 19 Oktober 2026, monitoring mencakup empat Saka, yaitu Saka Wanabakti, Saka Anti Narkoba, Saka Widya Budaya Bakti, dan Saka Pariwisata.

Kegiatan monitoring dipimpin oleh Andalan Saka, Kak Evi Alvian, beserta jajaran, bersama Kak Titin Suartinawati dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Kwarcab Kabupaten Bogor. Monitoring dilaksanakan melalui kunjungan ke sejumlah instansi terkait, yaitu Perum Perhutani Kabupaten Bogor, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Bogor, Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, dan Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini berfokus pada empat Satuan Karya Pramuka, yaitu Saka Wanabakti, Saka Anti Narkoba, Saka Widya Budaya Bakti, dan Saka Pariwisata. Keempat Saka tersebut memiliki bidang pengabdian yang berbeda, tetapi sama-sama berperan dalam membekali anggota Pramuka dengan pengetahuan, keterampilan, pengalaman, serta kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat.

Melalui kunjungan ke Perum Perhutani Kabupaten Bogor, monitoring diarahkan pada pembinaan Saka Wanabakti yang bergerak dalam bidang pelestarian hutan dan lingkungan hidup. Sementara itu, kunjungan ke BNN Kabupaten Bogor berkaitan dengan pembinaan Saka Anti Narkoba dalam mendukung edukasi dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda.

Selanjutnya, kunjungan ke Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor berkaitan dengan pembinaan Saka Widya Budaya Bakti, yang berperan dalam pengembangan pengetahuan, pendidikan, dan pelestarian budaya. Adapun kunjungan ke Dinas Pariwisata Kabupaten Bogor berkaitan dengan pembinaan Saka Pariwisata, khususnya dalam pengembangan wawasan kepariwisataan, potensi wisata daerah, dan keterampilan pelayanan wisata.

Kegiatan monitoring ini menjadi bagian dari upaya Kwarcab Kabupaten Bogor untuk memperoleh gambaran mengenai pelaksanaan pembinaan Saka, koordinasi dengan instansi terkait, serta potensi pengembangan program kegiatan yang dapat dilaksanakan secara berkelanjutan.

Keterlibatan Puslitbang Kwarcab Kabupaten Bogor diharapkan dapat mendukung proses pengumpulan informasi dan bahan evaluasi sebagai dasar penyusunan rekomendasi perbaikan program pembinaan Saka. Dengan demikian, kegiatan monitoring tidak hanya menjadi sarana pemantauan, tetapi juga langkah strategis untuk memperkuat sinergi antara Gerakan Pramuka dan instansi pemerintah maupun mitra terkait.

Melalui kegiatan ini, Kwarcab Kabupaten Bogor berharap setiap Satuan Karya Pramuka semakin aktif, terarah, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda. Sinergi yang kuat antara kwartir, pimpinan Saka, dan instansi pembina diharapkan mampu melahirkan anggota Pramuka yang berkarakter, terampil, mandiri, serta siap berkontribusi bagi pembangunan Kabupaten Bogor.

Pramuka Berkarya, Saka Berdaya, Kabupaten Bogor Istimewa.

YW_PusdatinKabBogor