Rumpin — Rangkaian Diklat Unit Warta Sayaga (UWS) Pusdatin KOMTI Kwarcab Kabupaten Bogor terus memberikan penguatan keterampilan praktis kepada para peserta. Salah satu materi penting yang diberikan adalah fotografi jurnalistik dan teknik pengambilan gambar, yang disampaikan oleh Kak Fajrin, Staff IT Sekretariat Kwartir Cabang Kabupaten Bogor.
Dalam sesi tersebut, Kak Fajrin memberikan pemahaman mengenai pentingnya kemampuan fotografi bagi seorang pewarta. Sebuah foto tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap berita, tetapi juga harus mampu menceritakan suasana, aktivitas, dan pesan dari sebuah kegiatan secara visual.
Peserta diperkenalkan dengan berbagai aspek dasar fotografi, khususnya bagaimana mengatur exposure agar menghasilkan foto yang memiliki pencahayaan dan detail yang baik. Materi meliputi pemahaman mengenai ISO, shutter speed, dan aperture, serta bagaimana ketiganya saling berkaitan dalam menentukan hasil akhir sebuah foto.
Praktik Mengatur Exposure dengan Smartphone
Tidak hanya mendapatkan penjelasan teori, peserta juga diberikan kesempatan untuk melakukan simulasi secara langsung menggunakan smartphone. Dengan memanfaatkan aplikasi kamera maupun aplikasi pendukung, peserta diajak mencoba melakukan pengaturan exposure sesuai dengan kondisi pencahayaan objek.
Peserta mempraktikkan bagaimana menentukan pencahayaan ketika mengambil gambar di kondisi terang, teduh, maupun dengan sumber cahaya yang berbeda. Melalui praktik tersebut, peserta dapat melihat secara langsung perubahan hasil foto ketika pengaturan exposure diubah.
Kak Fajrin juga memberikan berbagai tips dalam memanfaatkan kamera smartphone secara maksimal, termasuk memperhatikan komposisi, fokus, pencahayaan, sudut pengambilan gambar, kestabilan kamera, serta pemilihan objek.
Mengenal Kamera SLR dan Kamera Profesional
Selain smartphone, peserta juga mendapatkan penjelasan teknis mengenai penggunaan kamera SLR/DSLR maupun kamera profesional. Peserta diperkenalkan dengan fungsi berbagai pengaturan kamera dan bagaimana seorang fotografer menentukan setting berdasarkan kondisi serta kebutuhan pengambilan gambar.
Pemahaman terhadap aperture, shutter speed, ISO, fokus, white balance, dan focal length menjadi bagian dari materi yang diberikan agar peserta tidak hanya mengandalkan mode otomatis, tetapi mulai memahami proses kreatif di balik sebuah foto.
Kak Fajrin menekankan bahwa perangkat yang mahal bukan satu-satunya penentu kualitas foto. Kemampuan fotografer dalam melihat momen, menentukan komposisi, memahami cahaya, dan memilih teknik pengambilan gambar menjadi bagian penting dalam menghasilkan karya visual yang kuat.
Melalui sesi fotografi ini, para peserta Unit Warta Sayaga diharapkan semakin siap menjalankan tugas dokumentasi dan publikasi berbagai kegiatan Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor.
Kemampuan tersebut menjadi bekal penting bagi anggota UWS untuk menghasilkan foto yang informatif, estetis, dan memiliki nilai jurnalistik, sehingga setiap momentum kegiatan Pramuka dapat terdokumentasikan dengan baik dan mampu menjadi bagian dari cerita positif Gerakan Pramuka di ruang digital.
Dari kamera hingga smartphone, setiap momen adalah cerita. Dari sebuah foto, semangat Pramuka dapat dikenal dan menginspirasi masyarakat.