Rumpin, 3 Oktober 2026 — Rangkaian Diklat Unit Warta Sayaga (UWS) Pusdatin KOMTI Kwarcab Kabupaten Bogor memasuki materi awal yang membahas “Pramuka di Era Digital”. Materi yang disampaikan oleh Andalan KOMTI Bidang Teknologi Informasi, Kak Muhidin Susanto, menjadi sesi yang memberikan brainstorming sekaligus membangun cara pandang baru bagi para peserta dalam menjalankan tugas sebagai pewarta Gerakan Pramuka.
Dalam penyampaiannya, Kak Muhidin mengajak seluruh anggota Unit Warta Sayaga untuk memahami bahwa perkembangan teknologi dan media sosial telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi Gerakan Pramuka untuk menghadirkan konten-konten positif, kreatif, edukatif, dan inspiratif yang mampu menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Menurutnya, menjadi pewarta Pramuka di era digital tidak cukup hanya memiliki kemampuan menulis berita. Seorang pewarta juga perlu mampu menghasilkan foto, video, reels, desain, serta konten media sosial yang menarik dan sesuai dengan karakter masyarakat digital.
“Anggota Unit Warta Sayaga harus mampu melihat setiap kegiatan Pramuka sebagai sebuah cerita yang menarik untuk disampaikan kepada masyarakat. Tugas kita bukan sekadar memberitakan kegiatan, tetapi bagaimana membuat masyarakat tertarik untuk melihat, memahami, dan merasakan nilai positif dari kegiatan Pramuka,” ungkap Kak Muhidin.
Praktik Langsung Membuat Konten
Menariknya, materi tidak hanya diberikan dalam bentuk teori. Para peserta langsung diajak melakukan praktik pembuatan konten video atau reels dengan memanfaatkan perangkat yang mereka miliki.
Peserta ditantang untuk membuat konten berdasarkan aktivitas yang ada di sekitar kegiatan diklat, kemudian mengolahnya menjadi video singkat yang informatif dan menarik. Konten tersebut selanjutnya dipublikasikan melalui akun media sosial masing-masing peserta.
Praktik ini menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran karena peserta tidak hanya memahami teori pembuatan konten, tetapi langsung mengalami proses menentukan ide, mengambil gambar, menyusun alur, melakukan editing, hingga mempublikasikan konten.
Kak Muhidin juga menekankan pentingnya setiap anggota UWS memiliki dan mengelola akun media sosial, seperti Instagram, Facebook, TikTok, dan platform digital lainnya. Media sosial tersebut dapat menjadi sarana untuk membangun rekam jejak positif sekaligus memperluas jangkauan informasi mengenai kegiatan Gerakan Pramuka.
Tips Membuat Konten yang Menarik
Dalam sesi tersebut, Kak Muhidin turut membagikan berbagai tips dan trik membuat video yang menarik dan eye-catching bagi masyarakat. Peserta diajak memperhatikan beberapa unsur penting, mulai dari pemilihan objek, komposisi gambar, pencahayaan, sudut pengambilan video, durasi, pembukaan video yang menarik, penggunaan teks, musik, hingga penyusunan cerita.
Peserta juga diarahkan untuk tidak sekadar mengejar jumlah penonton, tetapi memastikan setiap konten memiliki pesan yang jelas dan memberikan nilai positif.
Menurutnya, kreativitas harus berjalan beriringan dengan etika. Setiap informasi yang akan dipublikasikan harus diperiksa terlebih dahulu agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Pewarta Pramuka sebagai Garda Informasi Positif
Hal lain yang menjadi perhatian dalam materi tersebut adalah pentingnya peran anggota UWS dalam menghadapi hoaks dan informasi yang tidak terverifikasi.
Kak Muhidin mendorong anggota UWS untuk memperbanyak publikasi mengenai kegiatan-kegiatan positif Pramuka sebagai salah satu upaya menghadirkan informasi yang sehat di ruang digital.
“Kita harus menjadi bagian dari solusi. Ketika banyak informasi yang belum tentu benar beredar di masyarakat, kita hadir dengan informasi yang positif, faktual, dan dapat dipertanggungjawabkan. Jangan ikut menyebarkan sesuatu yang belum kita pastikan kebenarannya,” pesannya.
Melalui materi awal ini, para peserta mendapatkan pemahaman bahwa pewarta Pramuka di era digital bukan hanya bertugas menyampaikan berita, tetapi juga menjadi kreator konten, pengelola informasi, sekaligus bagian dari upaya membangun citra positif Gerakan Pramuka di ruang publik.
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal bagi anggota Unit Warta Sayaga Pusdatin KOMTI Kwarcab Kabupaten Bogor untuk terus belajar, beradaptasi, dan menghasilkan karya digital yang mampu memperkenalkan berbagai aktivitas serta nilai-nilai positif Gerakan Pramuka kepada masyarakat luas.