Kabupaten Bogor, 2026 — Kegiatan Diklat Unit Warta Sayaga Pusdatin KOMTI Kwarcab Kabupaten Bogor Tahun 2026 semakin memperkaya wawasan peserta melalui materi Public Speaking yang disampaikan oleh Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Kabupaten Bogor, Kak Randi Berlian.
Materi public speaking menjadi salah satu bagian penting dalam membekali anggota Unit Warta Sayaga agar mampu berkomunikasi dengan baik, percaya diri, dan profesional ketika menjalankan tugas peliputan di lapangan.
Dalam penyampaiannya, Kak Randi Berlian mengajak peserta untuk tidak takut berbicara, bertanya, maupun berinteraksi dengan narasumber. Menurutnya, seorang pewarta Pramuka harus memiliki keberanian untuk berkomunikasi dengan berbagai kalangan, sekaligus mampu menyampaikan informasi secara jelas, santun, dan bertanggung jawab.
“Seorang pewarta harus berani berbicara, berani bertanya, dan mampu membangun komunikasi yang baik. Jangan takut salah ketika belajar, karena pengalaman di lapangan akan membentuk kemampuan kita,” pesan Kak Randi Berlian kepada peserta.
Tidak hanya menyampaikan teknik berbicara, Kak Randi juga memberikan motivasi agar para peserta menjadikan setiap kegiatan sebagai kesempatan untuk belajar dan mengembangkan diri. Kemampuan public speaking, menurutnya, akan sangat membantu ketika pewarta harus melakukan wawancara, mengambil informasi, melakukan peliputan, maupun berkoordinasi dengan berbagai pihak.
Membangun Kolaborasi Unit Warta Sayaga dan DKC
Dalam kesempatan tersebut, Kak Randi Berlian juga mendorong terjalinnya kolaborasi yang lebih kuat antara Unit Warta Sayaga dan DKC Kabupaten Bogor dalam berbagai kegiatan kepramukaan.
Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya sebatas peliputan kegiatan, tetapi juga menjadi ruang bersama untuk membangun komunikasi, menyebarluaskan informasi positif, mendokumentasikan aktivitas Dewan Kerja, serta memperkuat eksistensi kegiatan Pramuka Penegak dan Pandega Kabupaten Bogor.
Unit Warta Sayaga dapat berperan dalam mengemas informasi dan publikasi, sementara DKC menjadi salah satu mitra strategis dalam menyediakan informasi kegiatan serta membuka ruang komunikasi dengan anggota Pramuka Penegak dan Pandega.
“Unit Warta Sayaga dan DKC jangan berjalan sendiri-sendiri. Mari kita berkolaborasi dalam setiap kegiatan. Setiap kegiatan Pramuka memiliki cerita, dan cerita itu harus kita dokumentasikan serta sampaikan kepada masyarakat dengan baik,” ungkap Kak Randi.
Pesan tersebut mendapat respons positif dari para peserta diklat. Kolaborasi antara Unit Warta Sayaga Pusdatin KOMTI dan DKC Kabupaten Bogor diharapkan dapat menjadi kekuatan dalam membangun ekosistem informasi kepramukaan yang aktif, kreatif, dan berkelanjutan.
Melalui materi public speaking ini, peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan berbicara di depan publik, tetapi juga pemahaman bahwa komunikasi merupakan kunci dalam membangun jejaring, menggali informasi, dan menciptakan kolaborasi.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya mencetak pewarta Pramuka yang percaya diri, komunikatif, kreatif, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan siap turun ke lapangan.
Bersama Menguatkan Informasi, Membangun Citra, Menggerakkan Pramuka.