Kabupaten Bogor, 2026 — Suasana penuh inspirasi hadir dalam kegiatan Diklat Unit Warta Sayaga Pusdatin KOMTI Kwartir Cabang Kabupaten Bogor Tahun 2026 melalui sesi sharing session bersama Kak Fahratunnisa, alumni Unit Warta Sayaga Angkatan 1.

Kehadiran Kak Fahratunnisa menjadi momentum berharga bagi para peserta diklat untuk mendapatkan gambaran nyata mengenai pengalaman, tantangan, serta dinamika menjadi bagian dari Unit Warta Sayaga. Sebagai alumni sekaligus mantan Ketua Unit Warta Sayaga, Kak Fahratunnisa berbagi pengalaman selama menjalankan tugas dalam mengelola tim pewarta dan memastikan setiap penugasan dapat berjalan dengan baik.

Dalam sesi tersebut, Kak Fahratunnisa menceritakan pengalamannya ketika dipercaya sebagai Ketua Unit Warta Sayaga, khususnya dalam mengatur pembagian tugas kepada anggota tim. Tidak hanya berada di balik layar, ia juga kerap turun langsung ke lapangan untuk melakukan peliputan dan wawancara dengan berbagai narasumber penting.

Pengalaman tersebut membawanya berhadapan langsung dengan sejumlah tokoh dan pejabat, mulai dari Bupati, Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Barat, hingga tokoh-tokoh di tingkat nasional. Kesempatan melakukan wawancara dengan berbagai narasumber tersebut menjadi pengalaman berharga yang membentuk kemampuan komunikasi, keberanian, ketelitian, serta profesionalitas dalam menjalankan tugas jurnalistik kepramukaan.

“Menjadi pewarta bukan hanya tentang mengambil gambar atau menulis berita. Kita harus berani berkomunikasi, mampu menggali informasi, memahami situasi, dan menjaga nama baik organisasi dalam setiap kegiatan,” ungkap Kak Fahratunnisa dalam sesi berbagi pengalaman.

Ia juga menekankan pentingnya kekompakan dan pembagian tugas dalam sebuah tim. Setiap anggota memiliki peran yang saling melengkapi, mulai dari fotografer, videografer, pewawancara, penulis berita, hingga pengelola media digital.

Menurutnya, pengalaman menjadi pewarta di Unit Warta Sayaga memberikan banyak kesempatan untuk belajar secara langsung. Setiap kegiatan di lapangan menjadi ruang pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan sekaligus membangun jejaring dengan berbagai pihak.

Kak Fahratunnisa juga memberikan motivasi kepada peserta diklat agar tidak ragu untuk turun ke lapangan, bertanya, berkomunikasi dengan narasumber, dan terus belajar. Keberanian untuk memulai menjadi salah satu kunci penting dalam mengembangkan kemampuan seorang pewarta.

Sesi sharing session tersebut mendapatkan perhatian antusias dari peserta Diklat Unit Warta Sayaga. Pengalaman Kak Fahratunnisa menjadi gambaran bahwa perjalanan seorang pewarta Pramuka tidak hanya menghasilkan berita, tetapi juga membuka kesempatan untuk bertemu banyak tokoh, memperoleh pengalaman baru, dan membawa informasi positif tentang kegiatan Gerakan Pramuka kepada masyarakat.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat semangat Unit Warta Sayaga Pusdatin KOMTI Kwarcab Kabupaten Bogor untuk terus melahirkan pewarta Pramuka yang berani, kreatif, komunikatif, adaptif, dan mampu memanfaatkan teknologi digital dalam menyampaikan informasi kepramukaan.

Dari pengalaman alumni, lahir inspirasi bagi generasi pewarta berikutnya.

Bersama Menguatkan Informasi, Membangun Citra, Menggerakkan Pramuka.