Leuwiliang – Dalam rangka mempersiapkan peserta terbaik menuju Jambore Nasional (Jamnas) 2026 di Cibubur, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor menyelenggarakan Training Center (TC) II Kontingen Kabupaten Bogor pada Sabtu–Minggu, 27–28 Juni 2026, yang dipusatkan di wilayah Kwartir Ranting Leuwiliang, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam memantapkan kesiapan peserta, baik dari aspek keterampilan kepramukaan, kedisiplinan, kerja sama tim, maupun pembentukan karakter sebagai calon duta Kabupaten Bogor pada ajang Jambore Nasional.

Kegiatan secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda (Waka Binamuda) Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor, Kak Dian Sukmawan, yang didampingi oleh para pendamping peserta Jambore Nasional. Dalam arahannya, Kak Dian Sukmawan menyampaikan bahwa Training Center merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter dan peningkatan kapasitas peserta sebelum mengikuti Jambore Nasional. Beliau mengajak seluruh peserta untuk memanfaatkan setiap rangkaian kegiatan sebagai sarana belajar, memperkuat disiplin, membangun kekompakan, serta menjaga nama baik Kabupaten Bogor selama mengikuti Jamnas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan latihan bersama Kolone Tongkat, yang sekaligus dimanfaatkan untuk proses pengambilan gambar video penampilan Kolone Tongkat yang akan ditampilkan pada rangkaian acara pembukaan Jambore Nasional di Cibubur. Seluruh peserta mengikuti latihan dengan penuh semangat dan kesungguhan, menampilkan kekompakan, ketepatan gerakan, serta disiplin yang menjadi ciri khas Pramuka Kabupaten Bogor.

Antusiasme peserta begitu terasa sejak awal kegiatan. TC II ini dimulai dari Kantor Kecamatan Leuwiliang sebagai titik kumpul sebelum seluruh peserta bergerak menuju lokasi perkemahan di Pabangbon, Leuwiliang. Hamparan alam yang hijau, udara yang sejuk, serta panorama pegunungan yang memukau menjadi suasana yang mendukung proses pembelajaran sekaligus memberikan pengalaman berkemah yang berkesan bagi seluruh peserta.

Selama berada di lokasi perkemahan, peserta menjalani berbagai aktivitas yang dirancang untuk membangun kemandirian, tanggung jawab, dan jiwa kebersamaan. Mereka secara mandiri mendirikan tenda sebagai tempat tinggal selama kegiatan, menjaga kebersihan lingkungan perkemahan, membagi tugas dalam kelompok, serta bekerja sama menyelesaikan setiap tantangan yang diberikan oleh pembina dan pendamping.

Kegiatan juga diisi dengan praktik kehidupan di alam terbuka, seperti memasak secara beregu, mengelola perlengkapan perkemahan, serta membangun komunikasi dan koordinasi yang baik antaranggota regu. Nilai-nilai gotong royong dan kepedulian terhadap sesama tampak nyata dalam setiap aktivitas yang dijalankan.

Tidak hanya mengembangkan keterampilan teknis, pembinaan karakter juga menjadi bagian penting dalam Training Center ini. Seluruh peserta melaksanakan ibadah secara berjamaah sesuai jadwal yang telah ditentukan sebagai bentuk pembiasaan nilai spiritual dan penguatan karakter religius. Pada malam hari, suasana keakraban semakin terasa melalui kegiatan penampilan seni dan bakat, di mana setiap regu menampilkan kreativitas terbaiknya dalam bentuk pentas seni, hiburan, dan ekspresi budaya yang mencerminkan semangat persaudaraan serta kebersamaan.

Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan Shalat Subuh berjamaah, yang kemudian dilanjutkan dengan tausiah dan pemberian motivasi dari para pendamping. Dalam penyampaiannya, peserta diajak untuk senantiasa bersyukur atas kesempatan yang diperoleh menjadi bagian dari Kontingen Kabupaten Bogor, menjaga nama baik daerah, serta menumbuhkan rasa tanggung jawab dalam setiap amanah dan kegiatan yang dijalankan. Pesan-pesan tersebut menjadi bekal moral bagi peserta agar tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki karakter yang kuat sebagai seorang Pramuka.

Setelah kegiatan pembinaan spiritual, peserta mengikuti olahraga pagi melalui kegiatan jelajah alam Pabangbon. Mereka menyusuri jalur persawahan, aliran sungai, hingga kawasan hutan yang masih asri. Selain meningkatkan kebugaran fisik, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menumbuhkan kecintaan terhadap alam, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan beradaptasi dengan kondisi alam terbuka.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Teknik Kepramukaan (Tekpram) berupa praktik pionering, di mana peserta mengasah kemampuan membuat konstruksi sederhana menggunakan tongkat dan tali. Kegiatan ini melatih ketelitian, kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, serta memperkuat kerja sama dalam regu sebagai bekal penting menghadapi berbagai aktivitas di Jambore Nasional.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan, peserta melakukan packing dan pembongkaran area perkemahan secara tertib sebelum kembali ke rumah masing-masing. Seluruh peserta memastikan lokasi perkemahan tetap bersih dan rapi sebagai bentuk implementasi nilai-nilai Pramuka dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Training Center II ini menjadi momentum penting dalam mempererat kekompakan seluruh anggota Kontingen Kabupaten Bogor. Selain meningkatkan kesiapan teknis menjelang Jambore Nasional 2026, kegiatan ini juga berhasil membentuk karakter peserta agar semakin mandiri, disiplin, bertanggung jawab, serta mampu bekerja sama dalam berbagai situasi.

Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor optimistis Kontingen Kabupaten Bogor akan tampil maksimal pada Jambore Nasional 2026 di Cibubur, membawa semangat kebersamaan, menunjukkan kemampuan terbaik, serta mengharumkan nama Kabupaten Bogor di tingkat nasional. Dengan semangat Satya dan Darma Pramuka, seluruh peserta diharapkan mampu menjadi teladan, inspirasi, dan duta terbaik yang membawa nilai-nilai kepramukaan dalam setiap langkah pengabdiannya.

(yw_pusdatin)