Rumpin, 17 Agustus 2026 — Semangat persaudaraan dan pendidikan kepramukaan mewarnai pelaksanaan Jambore Ranting Rumpin Tahun 2026 yang berlangsung selama dua hari, Minggu–Senin, 16–17 Agustus 2026, bertempat di Balai P2SDM Wilayah III.
Mengusung tema “Berkarakter, Berkarya, Berbakti” dengan moto “Satyaku Kudharmakan, Dharmaku Kubaktikan”, kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 1.500 peserta Pramuka Penggalang se-Kecamatan Rumpin.
Jambore Ranting Rumpin 2026 menjadi wadah bagi para Penggalang untuk belajar, mengembangkan keterampilan, mempererat persaudaraan, meningkatkan kreativitas, serta menumbuhkan semangat pengabdian kepada masyarakat.
Semangat 1.500 Penggalang Ramaikan Jambore
Keikutsertaan kurang lebih 1.500 peserta menjadikan Jambore Ranting Rumpin 2026 sebagai salah satu kegiatan besar yang mempertemukan anggota Pramuka Penggalang dari berbagai pangkalan di Kecamatan Rumpin.
Selama kegiatan berlangsung, para peserta mendapatkan pengalaman langsung dalam berbagai aktivitas kepramukaan. Mereka tidak hanya belajar mengenai keterampilan teknis, tetapi juga dilatih untuk menjadi pribadi yang disiplin, mandiri, bertanggung jawab, mampu bekerja sama, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Pertemuan para Penggalang dari berbagai Gugus Depan juga menjadi sarana untuk memperkuat persaudaraan dan semangat kebersamaan dalam Gerakan Pramuka.
Pembelajaran dari Berbagai Instansi
Untuk memberikan wawasan yang lebih luas, Jambore Ranting Rumpin 2026 menghadirkan berbagai materi yang disampaikan oleh sejumlah instansi dan unsur terkait.
Materi yang diberikan meliputi:
- BPBD, mengenai kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana;
- Balai P2SDM Wilayah III, sebagai lokasi pelaksanaan sekaligus bagian dari dukungan terhadap kegiatan;
- Kapolsek, berkaitan dengan keamanan, ketertiban, kedisiplinan, dan pembinaan generasi muda;
- Koramil, memberikan wawasan mengenai kedisiplinan dan nilai-nilai kebangsaan;
- Puskesmas, memberikan edukasi tentang kesehatan dan pentingnya menjaga kondisi tubuh selama mengikuti kegiatan;
- Palang Merah Indonesia (PMI), memberikan pengetahuan mengenai kepedulian dan keterampilan pertolongan;
- Teknik Kepramukaan, khususnya sandi Morse dan Semaphore.
Materi tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kegiatan Pramuka maupun kehidupan sehari-hari.
Mengembangkan Karakter Melalui Kegiatan Kepramukaan
Jambore Ranting bukan sekadar kegiatan berkumpul dan berkemah. Di dalamnya terdapat proses pendidikan yang dirancang untuk membangun karakter peserta didik.
Melalui berbagai kegiatan, para Penggalang dilatih untuk memiliki kedisiplinan, kemandirian, tanggung jawab, keberanian, kreativitas, kepedulian, dan kemampuan bekerja sama.
Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka yang menjadi landasan dalam kehidupan setiap anggota Gerakan Pramuka.
Peserta diharapkan mampu membawa pengalaman selama jambore kembali ke pangkalan masing-masing dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Keterampilan Morse dan Semaphore Jadi Bagian Pembelajaran
Salah satu materi yang menjadi bagian dari kegiatan adalah teknik kepramukaan berupa sandi Morse dan Semaphore.
Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat mengenal cara berkomunikasi menggunakan kode dan isyarat. Pembelajaran ini tidak hanya melatih keterampilan kepramukaan, tetapi juga mengembangkan ketelitian, konsentrasi, kecepatan berpikir, dan kerja sama.
Kegiatan keterampilan seperti ini menjadi pengalaman langsung yang membuat proses belajar selama jambore menjadi lebih menarik dan bermakna.
Jambore Menjadi Wadah Persaudaraan
Kehadiran sekitar 1.500 Penggalang dari berbagai pangkalan menciptakan suasana persaudaraan yang kuat. Peserta mendapatkan kesempatan untuk bertemu, berinteraksi, dan bekerja sama dengan anggota Pramuka dari sekolah dan Gugus Depan yang berbeda.
Semangat kebersamaan tersebut menjadi salah satu nilai utama dalam kegiatan Jambore Ranting. Para peserta belajar bahwa perbedaan pangkalan maupun latar belakang bukanlah penghalang untuk membangun persahabatan dan bekerja sama.
Melalui pengalaman tersebut, diharapkan tumbuh generasi muda yang mampu menghargai perbedaan, peduli terhadap sesama, dan mengutamakan kepentingan bersama.
Memaknai Tema “Berkarakter, Berkarya, Berbakti”
Tema “Berkarakter, Berkarya, Berbakti” memiliki makna yang sangat erat dengan tujuan pendidikan kepramukaan.
Berkarakter berarti membentuk anggota Pramuka yang memiliki kepribadian baik, disiplin, bertanggung jawab, mandiri, dan berpegang teguh pada nilai-nilai moral.
Berkarya berarti mendorong peserta untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, bakat, dan potensi diri melalui berbagai kegiatan positif.
Sedangkan Berbakti mengandung pesan agar anggota Pramuka mampu memberikan manfaat dan kontribusi bagi keluarga, sekolah, masyarakat, bangsa, dan negara.
Semangat tersebut diperkuat dengan moto “Satyaku Kudharmakan, Dharmaku Kubaktikan”, yang menjadi pengingat bagi anggota Pramuka untuk menjadikan janji dan darma sebagai pedoman dalam kehidupan.
Penutup
Pelaksanaan Jambore Ranting Rumpin Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat pembinaan generasi muda melalui Gerakan Pramuka. Dengan melibatkan kurang lebih 1.500 Pramuka Penggalang se-Kecamatan Rumpin, kegiatan ini menjadi ruang belajar, berkarya, bersosialisasi, dan membangun persaudaraan.
Berbagai materi dari BPBD, Balai P2SDM Wilayah III, Kapolsek, Koramil, Puskesmas, PMI, serta materi teknik kepramukaan memberikan pengalaman yang beragam bagi para peserta.
Diharapkan semangat yang diperoleh selama Jambore Ranting Rumpin 2026 tidak berhenti ketika kegiatan berakhir, tetapi terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat “Berkarakter, Berkarya, Berbakti”, para Penggalang diharapkan mampu menjadi generasi muda yang disiplin, mandiri, kreatif, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, serta siap memberikan karya dan pengabdian bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Satyaku Kudharmakan, Dharmaku Kubaktikan.”
Berkarakter dalam sikap, berkarya dalam tindakan, dan berbakti untuk negeri.#SP.KOMTI_0901.07