[DRAMAGA, BOGOR] – Merespons cuaca ekstrem yang melanda wilayah Bogor, Kwartir Ranting (Kwarran) Dramaga bergerak cepat membantu penanganan dampak bencana alam di dua titik sekolah dasar, yakni SDN Sinarsari dan SDN Situkaum, pada awal Mei 2026.
Di SDN Sinarsari, sejumlah anggota Pramuka diterjunkan untuk membantu evakuasi dan pembersihan material lumpur pasca banjir yang merendam ruang kelas. Dengan semangat gotong royong, para relawan bahu-membahu bersama pihak sekolah dan warga sekitar agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali normal. "Prioritas kami adalah memastikan lingkungan sekolah bersih dari sisa banjir sehingga kegiatan esok hari berjalan dengan nyaman kembali," ujar salah satu anggota kwarran Dramaga di lapangan.
Sebelum menuju ke SDN Sinarsari, tim telah dulu melakukan peninjauan dan pembersihan di lokasi tanah longsor yang terdampak di SDN Situkaum. Mengingat kerawanan tanah di wilayah tersebut, Kwarran Dramaga juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memberikan edukasi mitigasi bencana kepada para guru dan siswa.
Camat Dramaga selaku Ketua Mabiran, Kak Atep, mengapresiasi langkah cepat para anggota Pramuka. Ia menekankan bahwa kehadiran Pramuka di tengah bencana adalah wujud nyata pengamalan Dasa Darma kedua, yakni "Cinta Alam dan Kasih Sayang Sesama Manusia". Kak Atep jugamenghimbau kepada seluruh warga sekolah maupun masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, agar tidak menyebabkan banjir saat hujan datang. Aksi ini juga mendapat dukungan penuh dari unsur Forkopimcam Dramaga yang turut memantau perkembangan situasi di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, kondisi di kedua sekolah sudah mulai kondusif, meskipun para personel Pramuka tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi hujan susulan yang dapat memicu bencana serupa.
Redaksi : Yanti & Tim Medsos