Rumpin, 16 Agustus 2026 — Suasana malam di Camp Ground BP2SDM Wilayah III semakin semarak dengan pelaksanaan Acara Api Unggun sebagai salah satu rangkaian kegiatan Jambore Ranting Rumpin Tahun 2026, Minggu malam, 16 Agustus 2026.

Kegiatan api unggun diikuti oleh sekitar 1.500 anggota Pramuka Penggalang, jajaran pengurus Kwartir Ranting Rumpin, serta para pembina dari setiap Gugus Depan. Kegiatan berlangsung dalam suasana khidmat, meriah, dan penuh kebersamaan sebagai bagian dari upaya mempererat persaudaraan antaranggota Gerakan Pramuka.

Acara api unggun dipimpin oleh Kak Badrudin selaku Waka Bina Anggota Dewasa. Kehadiran jajaran pengurus Kwarran dan para pembina turut memberikan semangat kepada seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan tertib dan penuh makna.

Api Unggun Menjadi Simbol Semangat Kepramukaan

Api unggun menjadi salah satu tradisi yang identik dengan kegiatan perkemahan dan Jambore Pramuka. Nyala api yang menerangi suasana malam menjadi simbol semangat, persatuan, persaudaraan, dan pengabdian yang harus terus dijaga oleh setiap anggota Gerakan Pramuka.

Bagi para Penggalang, kegiatan ini bukan hanya sekadar berkumpul menikmati suasana malam, tetapi juga menjadi pengalaman untuk memahami makna kebersamaan dan pentingnya menjaga semangat persaudaraan.

Dengan duduk dan berkumpul bersama dalam satu suasana, para peserta dari berbagai Gugus Depan dapat saling mengenal dan membangun hubungan yang lebih erat.

1.500 Penggalang Larut dalam Kebersamaan

Sekitar 1.500 anggota Pramuka Penggalang mengikuti acara dengan penuh antusias. Mereka berkumpul bersama di sekitar lokasi api unggun dan mengikuti rangkaian kegiatan dengan tertib.

Kehadiran peserta dari berbagai Gugus Depan menjadikan acara semakin meriah. Perbedaan pangkalan tidak menjadi penghalang untuk membangun persahabatan. Sebaliknya, Jambore menjadi ruang untuk memperluas persaudaraan dan memperkuat rasa kebersamaan sebagai sesama anggota Gerakan Pramuka.

Para pembina dari setiap Gugus Depan juga turut mendampingi peserta sehingga suasana kegiatan tetap terarah dan kondusif.

Dipimpin Kak Badrudin, Waka Bina Anggota Dewasa

Acara api unggun dipimpin langsung oleh Kak Badrudin selaku Waka Bina Anggota Dewasa. Dalam kepemimpinannya, kegiatan diarahkan agar tidak hanya memberikan hiburan, tetapi juga memiliki nilai pendidikan dan pembentukan karakter.

Kegiatan api unggun menjadi momentum untuk memberikan penguatan kepada para peserta mengenai pentingnya menjaga semangat Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka dalam kehidupan sehari-hari.

Para Penggalang diharapkan mampu mengambil nilai positif dari kegiatan tersebut, terutama dalam hal kedisiplinan, kebersamaan, keberanian, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama.

Mempererat Hubungan Pengurus, Pembina, dan Peserta

Kehadiran pengurus Kwartir Ranting Rumpin serta para pembina Gugus Depan menjadikan kegiatan api unggun sebagai ruang kebersamaan antara peserta didik dan para pembina.

Interaksi yang tercipta selama kegiatan menjadi bagian penting dari proses pendidikan kepramukaan. Pembina tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga menjadi teladan dan motivator bagi para peserta.

Kebersamaan tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Kwarran, Gugus Depan, pembina, dan anggota Pramuka dalam melaksanakan pembinaan generasi muda secara berkelanjutan.

Sejalan dengan Tema Jambore: Berkarakter, Berkarya, Berbakti

Api Unggun Jambore Ranting Rumpin 2026 juga memiliki keterkaitan erat dengan tema kegiatan, yaitu “Berkarakter, Berkarya, Berbakti”, dengan moto “Satyaku Kudharmakan, Dharmaku Kubaktikan.”

Nilai berkarakter tercermin melalui sikap disiplin, tertib, dan bertanggung jawab selama kegiatan. Nilai berkarya dapat diwujudkan melalui berbagai kreativitas yang ditampilkan dalam rangkaian kegiatan Jambore. Sementara nilai berbakti diwujudkan melalui semangat kebersamaan, kepedulian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Nyala api unggun menjadi simbol bahwa semangat tersebut harus terus hidup dan dibawa oleh para peserta setelah kembali ke Gugus Depan masing-masing.

Penutup

Acara Api Unggun Jambore Ranting Rumpin 2026 menjadi salah satu momen yang berkesan bagi sekitar 1.500 Pramuka Penggalang yang mengikuti kegiatan. Cahaya api yang menerangi malam menjadi simbol semangat kepramukaan yang terus menyala dalam diri generasi muda.

Lebih dari sekadar tradisi perkemahan, api unggun menjadi media untuk menanamkan nilai persaudaraan, kedisiplinan, tanggung jawab, keberanian, dan kepedulian.

Dengan didampingi para pembina serta didukung pengurus Kwartir Ranting Rumpin, para Penggalang mendapatkan pengalaman berharga untuk terus mengembangkan diri dan menjadi generasi muda yang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Nyala api unggun boleh padam, tetapi semangat Pramuka harus terus menyala.

Berkarakter dalam sikap, berkarya dalam tindakan, dan berbakti untuk negeri.

“Satyaku Kudharmakan, Dharmaku Kubaktikan.”