TAJURHALANG – Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Anak Panah kembali menghidupkan semangat kepanduan melalui kegiatan ekstrakurikuler Pramuka yang dilaksanakan pada hari ini. Mengawali rangkaian kegiatan di semester ini, para siswa diberikan materi dasar yang menjadi ciri khas kepramukaan, yakni teknik tali temali (pionering).
Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah ini diikuti oleh para peserta didik dengan penuh antusias. Materi tali temali dipilih sebagai pembuka karena nilai filosofis dan praktisnya yang tinggi dalam melatih ketelitian serta kerja sama tim.
Belajar Simpul Dasar
Dalam sesi latihan kali ini, para peserta diperkenalkan dengan berbagai macam simpul dasar yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari maupun situasi darurat. Beberapa materi yang dipelajari meliputi:
Simpul Mati: Digunakan untuk menyambung dua utas tali yang sama besar dan tidak licin.
Simpul Pangkal: Sebagai awal dan akhir dari sebuah ikatan pada tongkat atau kayu.
Simpul Jangkar: Digunakan untuk membuat tandu darurat atau mengikat ember.
Melatih Motorik dan Kesabaran
Latihan ini tidak hanya sekadar mengikat tali, tetapi juga bertujuan untuk melatih koordinasi motorik halus para siswa. Instruktur Pramuka membimbing setiap peserta secara perlahan agar mereka mampu menghasilkan ikatan yang kuat dan rapi.
"Tali temali adalah dasar dari banyak keterampilan luar ruangan. Dengan menguasai simpul, siswa belajar bahwa hal kecil yang dilakukan dengan benar dapat menopang sesuatu yang besar," ujar salah satu pembina di sela-sela kegiatan.
Melalui kegiatan ekstrakurikuler ini, PKBM Anak Panah berharap dapat membentuk karakter siswa yang mandiri, disiplin, dan memiliki keterampilan praktis yang bermanfaat. Kegiatan ditutup dengan tantangan kelompok untuk membuat ikatan sederhana secara cepat dan tepat, yang disambut dengan sorak sorai semangat dari para peserta.