Citeureup, Jumat (16/10/2026) — Dalam upaya membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berwawasan luas, peserta Jambore Ranting (Jamran) Citeureup 2026 mengikuti kegiatan Penyuluhan Bahaya Narkoba dari Badan Narkotika Nasional (BNN) yang bertempat di Lapangan Utama Kegiatan pada Jumat, 16 Oktober 2026. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih satu jam ini diikuti oleh seluruh peserta Jamran dengan tertib dan kondusif.
Penyuluhan ini menjadi salah satu sarana edukasi bagi anggota Pramuka untuk meningkatkan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, dampaknya terhadap kesehatan, serta pengaruhnya terhadap masa depan generasi muda. Melalui penyampaian materi yang edukatif, peserta diajak untuk lebih waspada terhadap lingkungan pergaulan, berani menolak ajakan yang mengarah pada penyalahgunaan narkoba, dan membiasakan diri menerapkan pola hidup sehat.
Pemateri dari BNN menyampaikan bahwa edukasi antinarkoba sejak dini memiliki peran penting dalam membentengi generasi muda dari pengaruh negatif.
“Kegiatan penyuluhan dari BNN kepada peserta Jambore Ranting Citeureup 2026 sangat penting untuk memberikan pemahaman sejak dini tentang bahaya penyalahgunaan narkoba dan dampaknya bagi masa depan generasi muda. Melalui kegiatan ini, adik-adik Pramuka diharapkan mampu mengenali berbagai bentuk penyalahgunaan narkoba, berani menolak ajakan yang negatif, serta memilih lingkungan pergaulan yang sehat dan positif. Saya berharap para peserta tidak hanya memahami materi yang disampaikan, tetapi juga dapat menjadi pelopor dan penyampai pesan antinarkoba di lingkungan sekolah, keluarga, dan masyarakat. Dengan semangat Pramuka, mari kita wujudkan generasi muda yang sehat, berprestasi, berkarakter, dan bebas dari narkoba,” ungkapnya.
Antusiasme peserta juga terlihat dari tanggapan Mutia, salah satu peserta dari MTs Al-Hidayah Tajur. Ia mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi dirinya dan teman-teman.
“Senang bisa mengikuti penyuluhan dari BNN di kegiatan Jambore Ranting Citeureup 2026. Dari kegiatan ini, saya jadi lebih tahu tentang bahaya narkoba dan dampaknya bagi kesehatan serta masa depan. Saya juga belajar untuk berani menolak ajakan yang tidak baik dan memilih pergaulan yang positif. Semoga ilmu yang diberikan bisa bermanfaat bagi saya dan teman-teman, sehingga kami bisa menjadi generasi muda yang sehat, berprestasi, dan bebas dari narkoba,” tutur Mutia.
Selama kegiatan berlangsung, suasana tetap kondusif. Meskipun beberapa peserta mengalami gangguan kesehatan, rangkaian penyuluhan tetap menjadi bagian penting dari upaya memberikan pembinaan dan edukasi kepada anggota Pramuka selama mengikuti perkemahan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh peserta Jamran Citeureup 2026 dapat menjadi generasi muda yang mampu menjaga diri, mengambil keputusan secara bijak, serta menyebarkan pesan positif tentang bahaya narkoba di lingkungan masing-masing.
Penyuluhan BNN ini sekaligus menegaskan bahwa pendidikan kepramukaan tidak hanya berfokus pada keterampilan dan kemandirian, tetapi juga pada pembentukan karakter, kesadaran menjaga kesehatan, serta tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang aman dan bebas dari narkoba.
Pramuka Hebat, Generasi Sehat, Berkarakter, dan Bebas Narkoba!
sahlakmla