CITEUREUP – Gelak tawa dan tepuk tangan meriah mewarnai Panggung Kegiatan Jambore Ranting (Jamran) Citeureup 2026 saat peserta dari MI Al-Hidayah Tajur menampilkan Pertunjukan Hanoman dalam Pentas Seni (Pensi) Sesi 1, Jumat (16/10/2026). Dengan aksi yang lucu, ekspresif, dan penuh penghayatan, penampilan tersebut sukses menghibur para peserta yang hadir.

Pertunjukan yang menjadi bagian dari rangkaian Pensi Jamran Citeureup ini berlangsung selama dua jam untuk keseluruhan sesi dan diikuti dengan antusias oleh para peserta Jambore Ranting. Karakter Hanoman yang dibawakan secara jenaka berhasil menciptakan suasana penuh keceriaan sekaligus menarik perhatian penonton di sekitar panggung.

Penampilan ini tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperlihatkan bakat dan kreativitas anggota Pramuka dalam seni pertunjukan. Melalui ekspresi, gerakan, dan keberanian tampil di hadapan banyak orang, para peserta menunjukkan bahwa kegiatan kepramukaan juga menjadi ruang untuk mengembangkan potensi di bidang seni dan budaya.

Kak A. Faizal Amir, selaku Panitia Seni dan Budaya, mengapresiasi penampilan Hanoman dari MI Al-Hidayah Tajur yang berhasil memberikan warna tersendiri dalam Pensi Sesi 1 Jambore Ranting Citeureup.

Menurutnya, pentas seni merupakan wadah penting bagi anggota Pramuka untuk melatih keberanian, meningkatkan rasa percaya diri, mengembangkan kemampuan bekerja sama, serta mengekspresikan diri secara kreatif. Selain itu, kegiatan ini turut mempererat kebersamaan antarpeserta melalui pertunjukan yang menghibur dan sarat nilai budaya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Kak Puad Syamsul Huda, selaku pembina MI Al-Hidayah Tajur. Ia mengaku bangga melihat semangat, kekompakan, dan keberanian adik-adik Pramuka saat membawakan karakter Hanoman di atas panggung.

“Bangga sekali melihat penampilan adik-adik hari ini! Dari proses latihan sampai akhirnya tampil di atas panggung, mereka menunjukkan semangat dan kekompakan yang luar biasa. Saya senang karena adik-adik bisa membawakan karakter Hanoman dengan lucu, ekspresif, dan berhasil menghibur penonton,” ungkap Kak Puad.

Ia menambahkan, rasa gugup merupakan hal yang wajar ketika tampil di hadapan banyak orang. Namun, para peserta mampu mengatasinya dan menunjukkan penampilan terbaik mereka.

“Buat saya, yang paling membanggakan bukan hanya penampilannya, tetapi juga keberanian mereka untuk tampil dan percaya diri di depan banyak orang,” tambahnya.

Lebih lanjut, Kak Puad berharap pentas seni dalam Jambore Ranting Citeureup dapat terus menjadi ruang bagi anggota Pramuka untuk menyalurkan bakat, mengeksplorasi kreativitas, dan menciptakan pengalaman berharga bersama teman-teman. Melalui kegiatan ini, peserta juga belajar tentang pentingnya persiapan, disiplin, kerja sama, dan saling mendukung untuk mencapai hasil terbaik.

Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung dalam suasana kondusif tanpa adanya laporan insiden. Penampilan Hanoman dari MI Al-Hidayah Tajur menjadi salah satu momen yang menambah kemeriahan Pensi Sesi 1 sekaligus menunjukkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar untuk berkarya melalui seni pertunjukan.

Melalui pentas seni ini, Jambore Ranting Citeureup 2026 tidak hanya menjadi ajang mempererat persaudaraan, tetapi juga memberikan ruang bagi anggota Pramuka untuk mengembangkan bakat, melestarikan seni budaya, dan membangun rasa percaya diri.

Dengan semangat kreativitas dan kebersamaan, Pramuka membuktikan bahwa mereka tidak hanya terampil dalam kegiatan kepramukaan, tetapi juga mampu tampil berbakat, menghibur, dan menginspirasi melalui karya seni.

 

sahlakmla