Ciawi-Bogor, Suasana penuh khidmat dan kebersamaan mewarnai penutupan kegiatan Pesantren Ramadhan yang diselenggarakan oleh Anggota Pramuka Penggalang dan Penegak Gudep 24.049-24.050 Fathan Mubina yang berkolaborasi dengan Pengurus OSIS Fathan Mubina (OSFAMA) pada Kamis (12/03/2026). Kegiatan ini ditutup dengan rangkaian khotmil Qur’an dan iftar (buka puasa bersama) yang berlangsung dengan penuh makna.

Kegiatan ini dilaksanakan di lingkungan Fathan Mubina sebagai bentuk puncak dari rangkaian Pesantren Ramadhan yang telah berlangsung selama bulan suci. Para peserta yang terdiri dari anggota Pramuka Penggalang dan Penegak serta pengurus OSFAMA turut ambil bagian aktif dalam menyukseskan acara tersebut.

Penutupan Pesantren Ramadhan ini bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai spiritual, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta membentuk karakter generasi muda yang religius, disiplin, dan berjiwa sosial. Khotmil Qur’an menjadi simbol keberhasilan para peserta dalam mendekatkan diri kepada Al-Qur’an selama bulan Ramadhan.

Acara berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an hingga khatam, dilanjutkan dengan doa bersama, dan ditutup dengan kegiatan buka puasa bersama yang penuh kehangatan.

Kak Wildan Fuady selaku Pembina Pramuka Penggalang menyampaikan apresiasinya,
"Saya sangat bangga dengan semangat adik-adik Penggalang yang mampu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan penuh kesungguhan. Khotmil Qur’an ini bukan hanya pencapaian, tetapi juga awal untuk terus mencintai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari."

Sementara itu, Kak Idris Affandi selaku Pembina Pramuka Penegak juga memberikan apresiasi,
"Kolaborasi antara Pramuka dan OSIS ini menjadi contoh nyata bagaimana generasi muda dapat bersinergi dalam kegiatan positif. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan memberikan dampak baik bagi lingkungan."

Dari sisi peserta, M. Fadli Fadilah sebagai Pratama Pasukan Penggalang mengungkapkan kesannya,
"Saya merasa sangat senang dan bangga bisa ikut dalam kegiatan ini. Banyak pelajaran yang saya dapat, terutama tentang kebersamaan dan kedisiplinan dalam beribadah."

Hal senada disampaikan oleh M. Hizqil Hamdani selaku Pradana Ambalan Ir. H. Djuanda,
"Kegiatan ini sangat berkesan bagi kami. Selain memperkuat iman, juga mempererat tali persaudaraan antar anggota. Semoga kebersamaan ini tetap terjaga meskipun Ramadhan telah usai."

Khotmil Qur’an bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal untuk terus menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Dari kebersamaan yang terjalin, lahir generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berakhlak mulia—karena sejatinya, cahaya Ramadhan akan terus bersinar dalam hati mereka yang menjaganya.

(Pewarta : MRU)