Leuwiliang, 18 Maret 2026 — Kegiatan monitoring yang dilakukan oleh Kwartir Cabang Gerakan Pramuka di wilayah Leuwiliang menghadapi kendala utama berupa cuaca yang cukup ekstrem.

Hal tersebut disampaikan oleh Kak Evi selaku tim monitoring. Ia mengungkapkan bahwa suhu panas yang mencapai lebih dari 32 derajat Celsius cukup mempengaruhi kondisi fisik anggota Pramuka yang bertugas di lapangan, terutama mereka yang berjaga di titik-titik keramaian seperti jalan dan area publik.

Untuk mengantisipasi dampak cuaca tersebut, tim monitoring menerapkan sistem kerja bergilir. Para petugas ditukar setiap kurang lebih 12 menit sekali guna mencegah kelelahan dan dehidrasi, sehingga kondisi kesehatan tetap terjaga selama menjalankan tugas.

Selain faktor cuaca, Kak Evi juga menyoroti pentingnya kesiapan fisik dan kerja sama tim di lapangan. Ia menekankan bahwa koordinasi yang baik antar anggota menjadi kunci utama dalam menjaga kelancaran kegiatan.

Lebih lanjut, ia mengimbau agar seluruh anggota Pramuka yang terlibat selalu berkoordinasi dengan petugas kepolisian serta pihak kwartir ranting setempat. Pendampingan dari pembina juga dinilai penting agar kegiatan tetap berjalan sesuai prosedur dan aman.

Dengan adanya langkah antisipatif dan koordinasi yang baik, kegiatan monitoring di wilayah Leuwiliang diharapkan dapat terus berjalan dengan lancar meskipun dihadapkan pada kondisi cuaca yang cukup menantang.

Penulis : Hafizhah Ainun Rahmah_Unit Pewarta Langlangbuana