Ciawi-Bogor, 11 April 2026 – Semangat kebersamaan dan jiwa kepramukaan kembali bergelora dalam kegiatan latihan perdana Pramuka Penggalang Pondok Pesantren Fathan Mubina pasca libur Idul Fitri 1447 H yang dilaksanakan pada Sabtu (11/04/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh anggota Pramuka Penggalang Pondok Pesantren Ciawi Fathan Mubina  ini diawali dengan upacara pembukaan latihan yang dilaksanakan secara terpisah antara pasukan putra dan putri. Untuk pasukan putri, upacara berlangsung di area pondok putri dengan pembina upacara Kak Ustadzah Siti Sulalah selaku Ketua Gudep Putri. Sementara itu, pasukan putra melaksanakan upacara di lapangan pondok putra dengan pembina upacara Kak Ustadz Irwansyah.

Dalam amanatnya, Kak Ustadzah Siti Sulalah menyampaikan pentingnya menjaga semangat setelah Idul Fitri sebagai momentum memperbaiki diri.
"Anak-anakku, setelah kita kembali dari bulan suci, mari kita jadikan Pramuka sebagai wadah untuk melatih disiplin, tanggung jawab, dan akhlak mulia. Jadilah Penggalang yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter dan beriman," tuturnya penuh motivasi.

Senada dengan itu, Kak Ustadz Irwansyah dalam amanatnya menekankan nilai kedisiplinan dan kepemimpinan.
"Latihan hari ini bukan sekadar kegiatan rutin, tetapi langkah awal untuk membangun jiwa kepemimpinan. Tunjukkan bahwa kalian adalah generasi yang siap menjadi teladan, berani, dan bertanggung jawab," ujarnya.

Usai upacara, suasana latihan semakin meriah dengan penampilan yel-yel, nyanyian, serta tepuk semangat dari masing-masing pasukan yang berhasil membangun kekompakan dan keceriaan peserta.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang Upacara Pembukaan dan Penutupan Latihan Penggalang yang disampaikan oleh para pembina gudep dan dibantu oleh anggota Pramuka Penegak Pondok Pesantren Fathan Mubina yang telah menempuh pendidikan KMD dan KIM.

Materi yang mengacu pada SK Kwarnas Nomor 178 Tahun 1979 ini bertujuan untuk menanamkan nilai disiplin, nasionalisme, serta ketakwaan. Dalam materi dijelaskan bahwa upacara buka-tutup latihan merupakan ritual wajib berbentuk barisan angkare (huruf U) yang mencakup pemeriksaan kerapian, laporan Pratama, pengibaran dan penurunan bendera Merah Putih, pembacaan Pancasila dan Dasa Dharma, amanat pembina, serta doa.

Upacara pembukaan difokuskan pada pengibaran bendera dan penanaman nilai kebangsaan, sedangkan upacara penutupan berisi evaluasi kegiatan, penurunan bendera, dan doa sebagai penutup latihan. Kegiatan ini menjadi sarana penting dalam membentuk karakter, kedisiplinan, serta jiwa patriotisme anggota Pramuka.

Setelah menerima materi, seluruh peserta langsung mempraktikkan upacara buka-tutup latihan dengan penuh antusias dan kesungguhan, menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi yang diberikan.

Kak Ustadzah Siti Sulalah berharap kegiatan ini mampu membentuk karakter peserta didik.
"Kami berharap latihan ini dapat menumbuhkan kedisiplinan dan akhlak mulia, sehingga para Penggalang menjadi generasi yang membanggakan," ungkapnya.

Sementara itu, Kak Ustadz Irwansyah juga menyampaikan harapannya agar kegiatan ini berkelanjutan.
"Semoga latihan ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan kualitas Pramuka di pondok ini, baik dari segi keterampilan maupun mental," katanya.

Salah satu anggota Pramuka Penegak, Haidar Iqbalnurdin Giovani, turut menyampaikan kesan positifnya.
"Saya merasa bangga bisa ikut membantu adik-adik Penggalang. Mereka sangat antusias dan cepat memahami materi. Semoga ke depan mereka bisa menjadi Pramuka yang hebat dan berprestasi," ujarnya.

Kegiatan latihan perdana ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca Idul Fitri, tetapi juga menjadi momentum penting untuk menanamkan kembali nilai-nilai kepramukaan yang disiplin, religius, dan berkarakter kuat di lingkungan Pondok Pesantren Fathan Mubina.

Pewarta : MRU
Kontributor : Idris - Syihab
Dokumentasi : Taufiqurrahman