Pamijahan, Sabtu, 26 September 2026 — Kegiatan latihan rutin Pramuka Gugus Depan MI Nurul Huda kembali berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Latihan kali ini diikuti oleh anggota Pramuka Siaga dan Penggalang dengan rangkaian materi yang memadukan keterampilan lapangan, pembentukan kedisiplinan, serta penguatan nilai-nilai kode kehormatan Pramuka.
Kegiatan berada di bawah arahan Mabigus Amnah, S.Pd.I. dan dibimbing oleh Pembina Pramuka Ade Rahman Firdaus, S.Sos. serta Nur Asyfa Suhendar, S.Pd.
Dalam latihan tersebut, peserta didik mendapatkan beberapa materi, yaitu Pelatihan Baris-Berbaris Statis dan Dinamis, praktik pionering sambung tongkat, serta materi Dasa Darma Pramuka dan Trisatya.
Pada sesi Baris-Berbaris Statis dan Dinamis, para peserta dilatih untuk memahami sikap dan gerakan secara tertib sesuai arahan pembina. Latihan ini menjadi sarana untuk membangun disiplin, konsentrasi, kekompakan, ketepatan, dan tanggung jawab. Peserta belajar bahwa sebuah barisan yang baik membutuhkan kerja sama dan kedisiplinan dari setiap anggota.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik pionering sambung tongkat. Para peserta diberikan pengalaman langsung menggunakan tongkat dan tali untuk membuat sambungan yang tepat dan kuat. Selain melatih keterampilan teknis, pionering juga mengajarkan ketelitian, kesabaran, kreativitas, kerja sama, dan kemampuan memecahkan masalah.
Tidak kalah penting, peserta juga mendapatkan penguatan materi Dasa Darma Pramuka dan Trisatya. Melalui materi ini, mereka diajak memahami nilai-nilai dan janji yang menjadi bagian dari kehidupan seorang Pramuka. Pembelajaran diarahkan agar Dasa Darma dan Trisatya tidak hanya dihafalkan, tetapi juga tercermin dalam sikap sehari-hari, seperti disiplin, bertanggung jawab, menghormati sesama, serta memiliki semangat membantu dan berbuat baik.
Mabigus Amnah, S.Pd.I. menyampaikan bahwa kegiatan Pramuka harus mampu menggabungkan keterampilan dan pembentukan karakter.
“Anak-anak perlu mendapatkan pengalaman yang seimbang antara keterampilan dan nilai-nilai kepramukaan. Baris-berbaris dan pionering melatih kecakapan, sedangkan Trisatya dan Dasa Darma menjadi pedoman agar kecakapan tersebut digunakan dengan sikap yang baik dan bertanggung jawab.”
Sementara itu, Kak Ade Rahman Firdaus, S.Sos. dan Kak Nur Asyfa Suhendar, S.Pd. terus memberikan pendampingan selama latihan. Peserta didik diarahkan untuk aktif mencoba, berani memperbaiki kesalahan, serta bekerja sama dengan teman dalam menyelesaikan setiap kegiatan.
Suasana latihan berlangsung aktif, edukatif, dan penuh semangat. Berbagai materi yang diberikan menjadi kesempatan bagi peserta didik untuk belajar melalui praktik sekaligus memperkuat pemahaman mereka terhadap nilai-nilai kepramukaan.
Melalui latihan rutin seperti ini, MI Nurul Huda terus menjadikan Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan yang mampu membentuk generasi yang disiplin, terampil, mandiri, percaya diri, bertanggung jawab, dan berkarakter.
Belajar keterampilan, menguatkan janji, membentuk karakter.
Salam Pramuka! ⚜️🤎