Ciawi, 9 April 2026 — Anggota Pramuka Siaga Gugus Depan (Gudep) 24.051–24.052 yang berpangkalan di SDN Jambu Luwuk 01, Kecamatan Ciawi, melaksanakan latihan rutin yang diisi dengan kegiatan ujian Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Pengumpul dan Hasta Karya pada Kamis (9/4/2026).
Kegiatan ini menjadi ajang pembuktian keterampilan dan kreativitas anggota Siaga dalam mengolah bahan bekas menjadi karya yang bernilai guna. Para peserta yang mengikuti ujian di antaranya ananda Zulfa Hamidah, Delifah, Syahdan, dan Muhammad Romdoni (Doni). Kegiatan ini dipersiapkan sebagai bagian dari proses menuju penilaian Pramuka Siaga Garuda di tingkat Kwartir Ranting Ciawi.
Dalam ujian TKK Pengumpul, peserta dituntut untuk mengumpulkan benda-benda kering atau bahan bekas, seperti kardus, lalu mengolahnya menjadi karya kreatif. Selain itu, mereka juga harus menunjukkan minimal tiga jenis hasta karya, dengan memperhatikan aspek kreativitas, kerapian, kebersihan, serta kemandirian dalam proses pembuatannya.
Salah satu karya yang dihasilkan adalah tempat pensil dari kardus bekas, yang dibuat melalui proses pengukuran, pemotongan, perakitan, hingga tahap finishing dengan hiasan menarik. Selain itu, peserta juga membuat kipas dari kardus, yang dibentuk dengan teknik lipatan, dilengkapi pegangan, dan dihias agar tampak menarik.
Tak hanya itu, masing-masing peserta juga menunjukkan koleksi dan karya unggulan mereka. Ananda Syahdan mengumpulkan koleksi gambar selama 1–3 bulan terakhir, sementara Zulfa Hamidah mengoleksi foto-foto keluarga sebagai bentuk apresiasi terhadap kenangan. Di sisi lain, Muhammad Romdoni (Doni) menampilkan kreativitasnya melalui kerajinan tempat pensil dari stik es krim yang direkatkan dengan lem, serta kipas dari kardus yang dihiasi tusukan kecil.
Adapun penilaian dalam kegiatan ini meliputi beberapa aspek penting, yaitu kreativitas dalam bentuk karya, kerapian dalam pemotongan dan pengeleman, kemandirian dalam proses pembuatan tanpa bantuan orang tua, serta kebersihan tempat kerja.
Yanda Wahyu Komara selaku Pembina Siaga memberikan apresiasi tinggi terhadap hasil karya peserta.
“Saya sangat bangga melihat perkembangan anak-anak. Mereka mampu mengubah barang bekas menjadi sesuatu yang bermanfaat dan indah. Ini adalah bekal keterampilan hidup yang sangat penting,” ujarnya.
Senada dengan itu, Bunda Erni selaku pembina yang turut menguji SKK menyampaikan harapannya,
“Semoga anak-anak terus semangat berkarya, tidak hanya saat ujian saja, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Kreativitas ini harus terus diasah,” tuturnya.
Para peserta pun mengungkapkan kesan mereka selama mengikuti ujian.
Zulfa Hamidah mengatakan, “Saya senang bisa membuat karya sendiri dan mengumpulkan foto keluarga.”
Delifah mengaku, “Awalnya sulit, tapi setelah selesai saya bangga dengan hasilnya.”
Syahdan menambahkan, “Saya suka mengumpulkan gambar, jadi senang bisa ditampilkan di sini.”
Sementara itu, Muhammad Romdoni (Doni) menyampaikan, “Saya senang membuat tempat pensil dan kipas, ternyata seru sekali.”
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penilaian, tetapi juga sarana pembelajaran bermakna bagi anggota Pramuka Siaga dalam mengembangkan kreativitas, ketelitian, serta rasa tanggung jawab terhadap hasil karya sendiri.
Dengan semangat berkarya dari bahan sederhana, Pramuka Siaga SDN Jambu Luwuk 01 membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi. Justru dari hal-hal kecil, lahir kreativitas besar yang akan menjadi bekal mereka dalam meraih masa depan gemilang.
Pewarta : MRU
Kontributor : WK