Nanggung, 22 Agustus 2026 – Suasana sejuk dataran tinggi di Lapangan Legok Unah, daerah Cibeber, menjadi saksi bisu atas semangat membara para santri Pondok Pesantren Terpadu Fathurrohman. Selama tiga hari berturut-turut, mulai dari tanggal 20 hingga 22 Agustus 2026, santri-santri kebanggaan kita turut serta dalam ajang bergengsi Lomba Tingkat 2 Kwartir Ranting (Kwarran) Nanggung yang dipadukan dengan kemeriahan Jambore Ranting.

Kegiatan akbar ini berlangsung meriah dengan diikuti oleh puluhan regu pada rangkaian Jambore Ranting, serta 8 tim tangguh yang berlaga secara khusus di Lomba Tingkat 2. Rangkaian acara diawali dengan kebersamaan dan semangat gotong royong melalui pendirian tenda dan pemasangan gapura bersama, menandai dimulainya petualangan para praja muda karana.

Warna Baru dari Gugus Depan 04.157-04.158
Pada perlombaan kali ini, Pondok Pesantren Terpadu Fathurrohman mengutus Regu Rajawali dari Gugus Depan 04.157-04.158. Regu ini beranggotakan 8 orang santri tangguh dan didampingi oleh 1 orang penyemangat tim. Kehadiran perdana Pasukan Rajawali di ajang ini sukses memberikan warna baru dan menyita perhatian seluruh peserta maupun tamu yang hadir.

Dengan mengenakan seragam yang serentak nan rapi, serta yel-yel bersuara lantang yang menggema di seluruh area perkemahan, mereka tampil begitu percaya diri. Kekompakan tim ini, baik saat berjalan beriringan maupun saat melaksanakan berbagai kegiatan lomba, menuai apresiasi dan pujian langsung dari kakak-kakak panitia serta jajaran pengurus Kwartir Ranting.

Perjuangan Tanpa Lelah dan Semangat Dakwah
Latihan tiada henti di pagi, siang, sore, hingga malam hari adalah wujud nyata ikhtiar para santri untuk meraih kemenangan. Semua cabang lomba yang diikuti telah dipersiapkan dengan sangat matang dan dieksekusi dengan semangat yang full. Berbagai perlombaan menantang berhasil diselesaikan dengan keahlian yang spesifik, di antaranya:

Pionering: Menunjukkan kekuatan dan ketepatan presisi dalam menali tongkat.

P3K: Menampilkan kecakapan penanganan penyakit serta keahlian membuat tandu darurat.

Pentas Seni: Mengusung konsep acara yang keren, berbeda, dan sarat makna, yaitu pertunjukan Puisi Drama Kemerdekaan.

Kompas dan Panahan: Menguji tingkat kefokusan dan ketenangan tingkat tinggi.

Semaphore dan Morse: Menunjukkan keahlian membaca isyarat sandi dengan sangat cepat dan tepat.

Tentu saja, seluruh rangkaian kegiatan bergengsi ini tidak lepas dari dukungan penuh para asatidz dan Pimpinan Pondok Pesantren yang terjun langsung ke lapangan. Kehadiran beliau-beliau bukan sekadar untuk memotivasi anak-anak dalam berlomba, melainkan juga untuk menegaskan visi mulia bahwa ajang kepramukaan ini merupakan salah satu sarana untuk mensyiarkan dakwah Islam.

Kemenangan dan Sujud Syukur
Alhamdulillah, jerih payah dan dedikasi Regu Rajawali membuahkan hasil yang manis. Pada keikutsertaan perdananya, mereka sukses merebut gelar Juara 3 Lomba Tingkat 2 Kwarran Nanggung tahun ini. Prestasi gemilang ini tentu sangat mengharumkan nama pesantren dan menjadi kebanggaan tak ternilai bagi diri para santri masing-masing.

Setibanya kembali di pondok, suasana haru dan bahagia langsung pecah. Pasukan Rajawali bersama-sama menyuarakan yel-yel kemenangan untuk merayakan hasil perjuangan mereka pada lomba perdana ini. Mereka kemudian menyerahkan piala kebanggaan tersebut kepada Pimpinan Pondok Pesantren. Sebagai bentuk kerendahan hati dan rasa syukur yang mendalam kepada Allah SWT, perayaan kemenangan ini ditutup dengan pelaksanaan sujud syukur bersama di masjid pesantren.

Maju terus Pramuka Fathurrohman! Satyaku Kudarmakan, Darmaku Kubaktikan. Fathurrohman, Bisa!