CITEUREUP – Tiga hari kebersamaan, tawa, peluh, dan petualangan akhirnya mencapai puncaknya. Jambore Ranting (Jamran) Citeureup 2026 dengan tema “Bersama, Berkarya, Berpetualang, Mandiri” resmi ditutup melalui Upacara Penutupan yang berlangsung khidmat dan penuh haru di Lapangan Utama Kegiatan, Villa Bukit Hambalang, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Upacara yang berlangsung selama 1 jam tersebut diikuti oleh seluruh peserta, yakni 1.400 Pramuka Penggalang SD/MI dan SMP/MTs se-Kecamatan Citeureup, beserta seluruh jajaran panitia, mulai dari Pengurus Kwarran, DKR, Tim Kesehatan, Keamanan, Sapras, hingga Kominfo.
Kondisi upacara terpantau sangat kondusif, tertib, dan aman. Tidak ada kejadian yang tidak diinginkan. Meski matahari cukup terik, seluruh peserta tetap berdiri tegak dengan antusias, menyanyikan lagu kebangsaan dan himne Pramuka dengan penuh semangat. Wajah-wajah lelah setelah tiga hari beraktivitas bercampur dengan rasa bangga dan haru karena akan berpisah dengan teman-teman baru dari pangkalan lain.
Ketua Kwartir Ranting Citeureup, Kak Warsini, yang bertindak sebagai pembina upacara, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagia dan harunya.
Dengan suara bergetar, Kak Warsini menyampaikan rasa syukurnya yang mendalam.
“Alhamdulillah perasaan yang tidak dapat diungkapkan. Rasa senang, rasa bahagia, rasa bersyukur, Jambore Kwarran Citeureup dapat terlaksana dengan baik dan kami merasa puas. Kami benar-benar terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” ujar Kak Warsini.
Ia menambahkan, keberhasilan Jambore ini adalah buah dari kerja keras, kekompakan, dan kerja sama tim yang luar biasa dari seluruh panitia.
“Mungkin ada sedikit ketidaksempurnaan, namun semuanya itu berkat kerja sama tim yang hebat semua bisa tertangani. Luar biasa Kwartir Ranting Citeureup, luar biasa! Kak Kwarran terima kasih,” tegasnya disambut tepuk tangan meriah ribuan peserta.
Ketua Pelaksana Jambore Ranting Citeureup 2026, Kak Zubaidah, dalam laporannya juga menyampaikan bahwa Jambore tahun ini adalah bukti nyata komitmen Kwarran Citeureup dalam membina generasi muda yang mandiri, kreatif, dan berkarakter. Ia memohon maaf apabila selama pelaksanaan terdapat kekurangan dalam pelayanan dan fasilitas, dan berharap evaluasi tahun ini menjadi pijakan untuk Jamran yang lebih baik di masa mendatang.
Rasa haru dan bangga juga dirasakan oleh para peserta. Putri, peserta dari MTs. Al-Hidayah Tajur, mengaku sangat berkesan mengikuti seluruh rangkaian Jamran, mulai dari Api Unggun yang megah, Pentas Seni yang meriah, hingga Senam Pagi dan Bakti Sosial yang penuh makna.
“Alhamdulillah segala rangkaian kegiatan Jambore Ranting bisa diikuti dengan baik. Capek ada, senang lebih banyak. Dapat teman baru, pengalaman baru. Semoga di lain waktu bisa ikut serta lagi di kegiatan yang diselenggarakan oleh Kwarran Citeureup,” ungkap Putri dengan mata berbinar.
Secara resmi, dengan pencabutan bendera Jambore dan pemukulan gong, Jambore Ranting Citeureup 2026 dinyatakan ditutup. Bendera Merah Putih dan Bendera Pramuka diturunkan secara perlahan, menjadi penanda berakhirnya petualangan tiga hari di Bukit Hambalang.
Namun, api semangat yang telah menyala tidak akan pernah padam. Nilai-nilai kebersamaan, karya, petualangan, dan kemandirian yang ditanamkan selama Jambore diharapkan terus hidup dan diamalkan oleh setiap Pramuka Penggalang Citeureup di gugus depan dan kehidupan sehari-hari.
Sampai jumpa di Jambore Ranting Citeureup berikutnya!
muh.s