Ciawi - Suasana berbeda terasa dalam rangkaian Penilaian Calon Pramuka Garuda Golongan Siaga yang diselenggarakan oleh Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kecamatan Ciawi pada Sabtu (25/04/2026). Bertempat di SMPN 1 Ciawi, kegiatan ini semakin semarak dengan kehadiran pendongeng inspiratif, Acep Ansori.
Sebanyak 32 peserta Calon Pramuka Garuda Golongan Siaga mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Mereka merupakan perwakilan terbaik dari berbagai gugus depan yang siap menunjukkan kemampuan dan karakter untuk meraih predikat tertinggi di golongan Siaga.
Kehadiran Kak Acep Ansori menjadi momen yang paling dinanti, terutama setelah peserta melewati sesi penilaian yang cukup menguras energi. Dongeng yang dibawakan mengangkat tema “Kemandirian Pramuka Garuda” serta pengamalan nilai-nilai Dwi Darma Pramuka Siaga.
Dengan gaya khasnya yang ekspresif dan penuh interaksi, Kak Acep berhasil menghidupkan suasana. Anak-anak tampak antusias, tertawa, sekaligus larut dalam pesan moral yang disampaikan. Cerita yang dibawakan tidak hanya menghibur, tetapi juga mengandung nilai edukatif yang kuat.
Dalam dongengnya, Kak Acep menekankan pentingnya menjadi Pramuka Siaga yang mandiri, berani, serta mampu menerapkan Dwi Darma dalam kehidupan sehari-hari. Ia menggambarkan tokoh-tokoh inspiratif yang berjuang dengan kejujuran, keberanian, dan semangat tolong-menolong.
“Adik-adik adalah calon Garuda, artinya harus siap menjadi contoh. Kemandirian itu dimulai dari hal kecil, seperti disiplin, membantu orang tua, dan berani bertanggung jawab,” pesan Kak Acep penuh semangat.
Kak Acep Ansori yang berasal dari komunitas Kampung Dongeng Teman Bogor juga menyampaikan harapannya agar kegiatan seperti ini terus dilaksanakan. Menurutnya, metode dongeng sangat efektif untuk menanamkan nilai karakter pada anak-anak.
“Saya berharap adik-adik tidak hanya lulus sebagai Pramuka Garuda, tetapi juga tumbuh menjadi pribadi yang baik, mandiri, dan bermanfaat bagi lingkungan. Dongeng adalah jembatan agar nilai itu lebih mudah diterima,” ungkapnya.
Ketua Tim Pelaksana Penilaian Pramuka Garuda Kwarran Ciawi, Kholili Abdullah, atau yang akrab disapa Yanda Kholili, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi Kak Acep dalam kegiatan ini.
“Kehadiran Kak Acep memberikan warna tersendiri. Anak-anak tidak hanya diuji, tetapi juga diberi ruang untuk belajar dengan cara yang menyenangkan. Ini sangat selaras dengan prinsip pendidikan kepramukaan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada penilaian, tetapi juga pembinaan karakter secara menyeluruh. Menurutnya, pendekatan kreatif seperti dongeng mampu memperkuat nilai-nilai yang ingin ditanamkan.
Bunda Nuni selaku Tim Penilai Pramuka Garuda Golongan Siaga menyampaikan bahwa metode dongeng sangat membantu dalam membangun suasana positif bagi peserta. “Anak-anak jadi lebih rileks, tapi tetap menangkap pesan penting tentang kemandirian dan tanggung jawab,” katanya.
Senada dengan itu, Yanda Wahyu juga mengapresiasi kegiatan ini. Ia menilai bahwa keseimbangan antara penilaian dan hiburan edukatif sangat penting. “Ini bukan hanya seleksi, tapi proses pendidikan. Dongeng menjadi media yang efektif untuk itu,” ujarnya.
Kesan mendalam juga dirasakan oleh para peserta. Khadijah Vania Queenara mengaku sangat senang dengan penampilan Kak Acep. “Dongengnya seru sekali, aku jadi ingin jadi Pramuka yang mandiri,” katanya dengan penuh semangat.
Hal serupa disampaikan oleh Sekarayu Rahmania Subekti. Ia merasa lebih termotivasi setelah mendengarkan dongeng tersebut. “Aku jadi tahu kalau jadi Pramuka Garuda harus berani dan bisa melakukan sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, Syahdan Arka Riza mengungkapkan bahwa kegiatan ini sangat menyenangkan. “Aku senang, tidak bosan, dan jadi lebih percaya diri,” katanya singkat namun penuh makna.
Kegiatan dongeng ini menjadi selingan yang sangat berarti di tengah rangkaian penilaian yang padat. Selain menghibur, sesi ini juga memperkuat pemahaman peserta terhadap nilai-nilai dasar kepramukaan.
Secara keseluruhan, kegiatan Penilaian Calon Pramuka Garuda Golongan Siaga ini tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menghadirkan pengalaman belajar yang berkesan bagi seluruh peserta.
Melalui sentuhan kreatif dari Kak Acep Ansori, nilai-nilai Dwi Darma tidak hanya dipahami secara teori, tetapi juga dirasakan secara emosional oleh para peserta.
Penilaian ini pun menjadi bukti bahwa pendidikan kepramukaan dapat dikemas secara inovatif tanpa mengurangi esensi pembentukan karakter.
Di akhir kegiatan, semangat dan keceriaan anak-anak menjadi gambaran nyata bahwa proses menuju Pramuka Garuda bukan hanya tentang pencapaian, tetapi juga perjalanan penuh makna.
Dengan kegiatan ini, Kwarran Ciawi kembali menegaskan komitmennya dalam membina generasi muda yang mandiri, berkarakter, dan siap menjadi teladan di masa depan.
Pewarta : MRUchan