Jakarta — Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026 sekaligus mendukung diseminasi implementasi Indonesia’s FOLU Net Sink 2030, Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) bekerja sama dengan Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Gema Langkah Alam” pada Rabu, 20 Mei 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Manggala Wanabakti tepatnya di Auditorium Dr. Soedjarwo ini dimulai pukul 08.00 WIB hingga 15.10 WIB dan diikuti oleh sebanyak 205 peserta dari berbagai lembaga pendidikan, organisasi, komunitas lingkungan, serta instansi pemerhati kehutanan dari berbagai daerah di Indonesia.

Acara ini turut dihadiri oleh perwakilan Menteri Kehutanan, yaitu Drh. Indra Exploitasia, M.Si selaku Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Kehutanan, serta Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, H.E Rut Kruger Giverin.

Selain itu hadir pula sejumlah tokoh dan pegiat lingkungan di antaranya Ramon Tungka, Sepliapikar dari KTH Sepahan Hijau, Kiryono dari KTH Cibulao Hijau, Iqbal Iswandaru dari Tree Grower Community, Monaliza dari KTH Tunas Muda, jajaran Manggala Agni, serta Polisi Kehutanan.

Kegiatan diikuti oleh 22 kelompok dan instansi yang terdiri dari perguruan tinggi, sekolah, organisasi kepemudaan, komunitas kreatif, hingga Satuan Karya Pramuka. Salah satu peserta yang turut berpartisipasi aktif adalah Saka Wanabakti Kwarran Rumpin yang hadir sebagai bagian dari generasi muda peduli lingkungan dan pelestarian hutan.

Berbagai institusi pendidikan ternama turut hadir, di antaranya Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University, Universitas Nusa Bangsa, Universitas Al Azhar Indonesia, Universitas Pancasila, serta sejumlah sekolah dan komunitas dari Jakarta, Karawang, Bekasi, hingga Kabupaten Bogor.

Kegiatan Gema Langkah Alam bertujuan membangun kesadaran, semangat, serta keterlibatan generasi muda dalam aksi mitigasi perubahan iklim dan pelestarian hutan melalui penyampaian cerita inspiratif, pembelajaran lapangan, dialog interaktif, hingga karya inovatif generasi muda.

Salah satu agenda utama yang menarik perhatian peserta adalah pemutaran perdana film dokumenter implementasi FOLU Net Sink 2030 berjudul “Merawat Esok”. Film tersebut menggambarkan pentingnya menjaga keseimbangan lingkungan, keberlanjutan hutan, serta peran generasi muda dalam menyelamatkan masa depan bumi.

Suasana kegiatan berlangsung penuh antusias dan semangat kolaborasi lintas generasi. Para peserta aktif mengikuti sesi diskusi dan berbagi gagasan mengenai aksi nyata pelestarian lingkungan serta penguatan peran generasi muda dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global.

Melalui kegiatan ini diharapkan lahir semangat baru bagi generasi muda Indonesia untuk terus bergerak menjaga alam, melestarikan hutan, dan menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang hijau, lestari, dan berkelanjutan menuju FOLU Net Sink 2030.

Salam Lestari dan Salam Pramuka!