Kwartir Ranting (Kwarran) Gerakan Pramuka Kecamatan Ciawi kembali mencatat sejarah dengan menyelenggarakan rangkaian Penilaian Calon Pramuka Garuda Angkatan ke-2 Tahun 2026 pada Sabtu (25/04/2026). Kegiatan prestisius ini berlangsung di SMPN 1 Ciawi dan menjadi momentum penting dalam mencetak generasi Pramuka unggul, berkarakter, dan berdaya saing.
Sebanyak 64 calon Pramuka Garuda ambil bagian dalam kegiatan ini. Mereka terdiri atas 30 peserta golongan Siaga, 21 peserta golongan Penggalang, 12 peserta golongan Penegak, dan 1 peserta golongan Pandega. Kehadiran para peserta dari berbagai gugus depan menunjukkan antusiasme tinggi dalam meraih predikat tertinggi dalam dunia kepramukaan.
Kegiatan diawali dengan registrasi peserta sejak pukul 07.00 WIB. Para peserta tampak hadir dengan penuh semangat dan kesiapan, membawa perlengkapan yang telah dipersiapkan, termasuk perangkat Android dan laptop untuk menunjang pelaksanaan tes berbasis digital.
Upacara pembukaan berlangsung khidmat dan dipimpin oleh Wakil Ketua Bina Muda Kwarran Ciawi, Idris Affandi, yang mewakili Ketua Kwarran Ciawi, Supratno Prasetyo. Dalam sambutannya, Kak Idris menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar penilaian, tetapi juga proses pembentukan karakter. “Pramuka Garuda adalah simbol keteladanan. Kami berharap seluruh peserta mampu menunjukkan integritas, kemandirian, dan semangat pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan harapannya agar para peserta tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi menjadikan proses ini sebagai sarana pembelajaran yang bermakna. “Jadilah Garuda yang tidak hanya terbang tinggi, tetapi juga memberi manfaat luas bagi lingkungan,” pesannya penuh makna.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Tim Pelaksana Penilaian Pramuka Garuda Kwarran Ciawi, Kholili Abdullah, menyampaikan laporan kegiatan. Ia menjelaskan bahwa seluruh tahapan penilaian telah dipersiapkan secara matang, mulai dari sistem tes berbasis digital, verifikasi portofolio, hingga tim penilai yang kompeten. “Sebanyak 64 peserta telah terverifikasi mengikuti seluruh tahapan, dengan sistem penilaian berbasis objektivitas, transparansi, dan akuntabilitas sesuai standar nasional Gerakan Pramuka,” ungkapnya.
Tim monitoring dari Kwartir Cabang Kabupaten Bogor yang diwakili oleh Taufik Umar turut memberikan apresiasi. Dalam komentarnya, ia menekankan bahwa Tanda Kecakapan Khusus (TKK) yang dimiliki peserta bukan sekadar atribut. “TKK yang menempel itu adalah bukti life skill. Artinya, setiap keterampilan yang dimiliki harus benar-benar dikuasai dan dapat diterapkan dalam kehidupan nyata, baik di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat,” jelasnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pengelompokan peserta sesuai golongan dan pelaksanaan Tes Kemampuan Dasar Calon Pramuka Garuda. Seluruh peserta mengikuti tes dengan menggunakan perangkat digital yang telah dipersiapkan sebelumnya, mencerminkan adaptasi Pramuka terhadap perkembangan teknologi.
Setelah tes dasar, kegiatan berlanjut pada sesi pemeriksaan berkas portofolio, wawancara, dan demonstrasi hasta karya. Para peserta menunjukkan kreativitas dan keterampilan yang mengesankan, mulai dari karya kerajinan, inovasi sederhana, hingga kemampuan komunikasi yang baik saat sesi wawancara.
Untuk mengurangi kejenuhan, khususnya pada golongan Siaga, kegiatan diselingi dengan penampilan dongeng inspiratif dari Acep Ansori. Penampilan tersebut mampu mencairkan suasana dan menghadirkan keceriaan di tengah padatnya rangkaian kegiatan.
Kegiatan utama berlangsung hingga pukul 16.30 WIB. Pada waktu tersebut, beberapa peserta dari Pondok Pesantren Fathan Mubina baru dapat bergabung karena harus menyelesaikan ujian tengah semester. Sebanyak 8 peserta golongan Penggalang dan 12 peserta golongan Penegak melanjutkan proses penilaian hingga pukul 21.00 WIB dengan penuh semangat.
Di sela kegiatan wawancara dan demonstrasi hasta karya, Ketua Kwarran Ciawi, Supratno Prasetyo, hadir dan memberikan apresiasi secara langsung. Ia menyampaikan rasa bangganya terhadap seluruh peserta. “Saya melihat semangat luar biasa dari adik-adik semua. Inilah bukti bahwa Pramuka mampu membentuk generasi yang tangguh, mandiri, dan berkarakter,” ujarnya.
Berbagai kesan juga disampaikan para peserta. Alfath Ghani Ahmad dari SDS Amaliah mengaku senang dan bangga bisa mengikuti kegiatan ini. Muhammad Romdoni dari SDN Jambuluwuk 01 menyebut pengalaman ini sangat berkesan dan menambah keberanian dirinya.
Adly Amzar dari SDN Ciawi 01 mengungkapkan bahwa dirinya menjadi lebih percaya diri setelah mengikuti seluruh rangkaian. Dari golongan Penggalang, Satria Raja Negara dari SMPN 1 Ciawi merasa tertantang dan termotivasi untuk terus berkembang.
Shania Azhkaa Al-Azhkya Amin dari Pondok Pesantren Fathan Mubina menyampaikan rasa syukur karena tetap dapat mengikuti kegiatan meski harus menyesuaikan dengan jadwal pesantren. Dari golongan Penegak, Shania Azizah Naila Putri mengaku mendapatkan banyak pelajaran berharga tentang kedisiplinan dan tanggung jawab.
Sementara itu, Muhamad Dasuki dari Racana Satria Prasaja Mahardika merasa bangga menjadi bagian dari proses penilaian ini dan berharap dapat memberikan inspirasi bagi adik-adik tingkatnya.
Menutup kegiatan, Kak Kholili Abdullah menyampaikan pesan penuh makna. Ia menegaskan bahwa Pramuka Garuda bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari perjalanan pengabdian yang lebih luas. “Teruslah berproses, tetap rendah hati, dan jadilah teladan di manapun berada,” pesannya.
Dengan berakhirnya kegiatan ini, Kwarran Ciawi kembali menegaskan komitmennya dalam membina generasi muda yang unggul dan berkarakter. Penilaian ini bukan sekadar seleksi, tetapi merupakan proses pembentukan jati diri menuju masa depan yang gemilang.
Pewarta : MRUchan