PAMIJAHAN — Suasana malam perkemahan Gebyar Pramuka Kwarran Pamijahan 2026 mendadak hangat dan penuh khidmat saat kobaran Api Unggun membumbung tinggi di tengah lapangan utama pada Sabtu malam (05/09/2026).
Menjadi salah satu tradisi paling dinantikan dalam Jambore Ranting, prosesi penyalaan api unggun ini diikuti secara antusias oleh 1.200 peserta dari berbagai pangkalan gugus depan. Di bawah hamparan langit malam Pamijahan, seluruh peserta melingkar dengan tertib mengelilingi pusat api unggun yang dinyalakan melalui prosesi Dasadharma Pramuka.
Usai kobaran api menyala sempurna, suasana sakral perlahan mencair berganti menjadi panggung keakraban melalui pentas seni (pentas kreasi) interaktif. Masing-masing utusan tampil menunjukkan bakat, mulai dari tarian daerah, nyanyian lagu-lagu perjuangan dan kepramukaan, hingga komedi kreatif yang mengocok perut.
Ketua Kwarran Pamijahan, Kak Erik Hardiansyah, menegaskan bahwa malam api unggun merupakan simbol kobaran semangat serta pengikat tali silaturahmi antaranggota Pramuka.
"Api unggun ini bukan sekadar penghangat tubuh di tengah dinginnya malam, melainkan simbol bara semangat yang tidak boleh padam dalam jiwa setiap Pramuka. Kobaran api ini membakar ego dan menyatukan 1.200 rasa persaudaraan kita di Kwartir Ranting Pamijahan," ungkap Kak Erik Hardiansyah di tengah lingkaran peserta.
Gelak tawa, tepuk tangan riuh, dan nyanyian bersama mengudara hingga penghujung acara, menciptakan kenangan manis yang membekas bagi seluruh Pramuka Penggalang dan Pembina sebelum memasuki hari terakhir rangkaian Gebyar Pramuka 2026.
Kwarran Pamijahan: BERGERAK – BERDAMPAK – BERMANFAAT! ✊
Salam Pramuka! ⚜️