Ciawi, 31 Maret 2026 — Anggota Pramuka Siaga Gugus Depan (Gudep) 24.051–24.052 yang berpangkalan di SDN Jambuluwuk 01, Kecamatan Ciawi, melaksanakan kegiatan latihan rutin yang diisi dengan ujian Tanda Kecakapan Khusus (TKK) Menjahit pada Selasa (31/03/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh sejumlah anggota Pramuka Siaga, yaitu ananda Zulfa Hamidah, Delifah, Syahdan, dan Muhammad Romdoni, mereka adalah anggota Pramuka Siaga tingkat Tata yang merupakan Calon Pramuka Siaga Garuda. Ujian tersebut dipandu dan diuji langsung oleh Pembina Siaga, Yanda Wahyu Komara.
Ujian TKK Menjahit ini bertujuan untuk mengasah keterampilan dasar menjahit bagi anggota Pramuka Siaga sebagai bagian dari pembentukan karakter mandiri dan terampil sejak usia dini. Adapun materi yang diujikan mengacu pada Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Menjahit, di antaranya peserta harus mampu membuat saputangan atau alas piring, menambal kain yang robek, menjahit pakaian sederhana, serta memasang kancing baju.
TKK Menjahit sendiri merupakan salah satu dari 10 TKK wajib bagi Pramuka Siaga. Tanda ini berbentuk segitiga terbalik dan dipasang di lengan kanan seragam sebagai simbol bahwa pemakainya telah menguasai keterampilan dasar menjahit.
“Kegiatan ini sangat penting untuk melatih kemandirian dan ketelitian anak-anak. Kami ingin mereka tidak hanya aktif secara fisik, tetapi juga memiliki keterampilan hidup yang bermanfaat,” ujar Yanda Wahyu Komara selaku Pembina Siaga.
Sementara itu, para peserta mengaku senang dan antusias mengikuti ujian tersebut.
“Saya senang bisa belajar menjahit, sekarang saya bisa pasang kancing sendiri,” ungkap Zulfa Hamidah dengan bangga.
Hal serupa disampaikan oleh Delifah, “Awalnya sulit, tapi setelah dicoba ternyata menyenangkan.”
Syahdan juga menambahkan, “Saya jadi tahu cara memperbaiki baju yang robek.”
Sedangkan Muhammad Romdoni mengatakan, “Saya ingin bisa membantu orang tua di rumah dengan keterampilan ini.”
Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota Pramuka Siaga tidak hanya memperoleh TKK sebagai simbol pencapaian, tetapi juga benar-benar memiliki keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
(Pewarta : Wahyu - MRU)