Pamijahan, Kamis, 17 September 2026 — Kegiatan latihan rutin Pramuka Siaga Gugus Depan MIS Darul Ulum berlangsung dengan penuh semangat dan keceriaan. Pada latihan kali ini, para peserta didik mendapatkan materi memainkan alat musik angklung, salah satu seni budaya khas Sunda yang juga menjadi bagian dari pemenuhan SKU Siaga Mula Nomor 7.

Kegiatan berada di bawah arahan Mabigus A. Mitra Wiharja, S.Pd., dengan pembinaan oleh Kak Euis Aisyah, S.Pd., serta didampingi Pembantu Pembina Putri Sulistiawati, S.Pd.

Melalui kegiatan ini, para Siaga dikenalkan lebih dekat dengan angklung sebagai salah satu warisan seni budaya Sunda. Peserta didik tidak hanya belajar mengenal alat musiknya, tetapi juga mendapatkan pengalaman memainkan angklung secara bersama-sama dengan mengikuti arahan dan irama yang diberikan.

Kegiatan memainkan angklung menjadi pembelajaran yang menarik karena membutuhkan konsentrasi, ketepatan, kerja sama, dan kekompakan. Setiap peserta memiliki peran dalam menghasilkan bunyi yang harmonis. Dari pengalaman tersebut, para Siaga belajar bahwa sebuah pertunjukan yang baik dapat terwujud ketika setiap anggota menjalankan tugasnya dengan tepat dan saling mendukung.

Selain mengenalkan seni budaya daerah, kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari proses pengisian SKU Siaga Mula Nomor 7. Peserta didik diarahkan agar mampu mengenal dan menunjukkan kecakapan yang dipersyaratkan melalui pengalaman langsung.

Mabigus A. Mitra Wiharja, S.Pd. menyampaikan bahwa kegiatan Pramuka dapat menjadi sarana yang efektif untuk mengenalkan budaya kepada generasi muda.

“Anak-anak perlu mengenal budaya daerahnya sejak dini. Melalui angklung, mereka tidak hanya belajar seni, tetapi juga belajar bekerja sama, disiplin, dan menghargai warisan budaya yang ada di lingkungan kita.”

Sementara itu, Kak Euis Aisyah, S.Pd. bersama Kak Sulistiawati, S.Pd. memberikan pendampingan selama kegiatan berlangsung. Para peserta didik diberi kesempatan untuk mencoba memainkan angklung secara bertahap hingga mampu mengikuti pola permainan dengan lebih baik.

Suasana latihan berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Bunyi angklung yang dimainkan secara bersama-sama menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat rasa kebersamaan antaranggota Pramuka Siaga.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pembelajaran Pramuka dapat dikemas secara kreatif dengan menggabungkan kecakapan, pendidikan karakter, dan pelestarian budaya lokal. Dengan mengenal angklung sejak dini, para Siaga diharapkan tumbuh menjadi generasi yang bangga terhadap budaya daerah sekaligus memiliki semangat untuk melestarikannya.

Melalui latihan rutin yang edukatif dan menyenangkan, Pramuka Siaga MIS Darul Ulum terus membangun generasi yang ceria, terampil, kompak, percaya diri, serta mencintai budaya bangsa.

Salam Pramuka! ⚜️🤎