Banjarsari-Ciawi, 9 April 2026 — Pramuka Penggalang Gudep 24.017–24.018 SDN Banjarsari 01 melaksanakan latihan rutin yang edukatif dan penuh praktik pada Kamis (9/4/2026) pukul 11.00 hingga 12.00 WIB di Lapangan SD Negeri Banjarsari 01. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan hidup (life skill) anggota penggalang, khususnya dalam pengolahan air bersih secara sederhana.

Latihan diawali dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh Pembina Pramuka Penggalang, Kak Muhamad Kosasih. Dalam amanatnya, beliau menekankan pentingnya keterampilan praktis yang dikombinasikan dengan pemanfaatan teknologi.

“Kegiatan ini menjadi bukti bahwa Pramuka juga bisa mengikuti perkembangan zaman. Saya berharap adik-adik mampu menyerap materi dengan baik dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Memasuki kegiatan inti, peserta didik terlebih dahulu menyimak materi penjernihan air melalui layar interaktif yang dimiliki oleh gugus depan. Dengan tampilan visual yang menarik dan penjelasan yang sistematis, peserta menjadi lebih mudah memahami konsep dasar filtrasi, susunan bahan, serta cara kerja alat penjernih air sederhana.

Setelah penyampaian materi secara digital, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung pembuatan alat penjernih air menggunakan bahan sederhana seperti botol bekas, pasir, kerikil, arang, ijuk atau serabut kelapa, dan tisu. Peserta bekerja secara berkelompok untuk mengolah air keruh menjadi lebih jernih melalui teknik penyaringan berlapis.

Dalam rangka pengujian SKU Penggalang Ramu Nomor 22, setiap peserta diuji secara mandiri oleh pembina. Teknik pengujian dilakukan dengan meminta peserta menyusun alat penjernih air sesuai prosedur, kemudian mendemonstrasikan proses penyaringan hingga menghasilkan air yang lebih bersih. Penilaian mencakup ketepatan susunan media filtrasi, kerapihan alat, proses kerja, serta hasil akhir penyaringan.

Selain praktik, peserta juga diberikan pertanyaan singkat untuk menguji pemahaman mereka terhadap konsep penjernihan air. Hasil dari pengujian ini kemudian dilaporkan kepada pembina untuk mendapatkan pengesahan pada buku SKU masing-masing.

Pembina Penggalang Putri, Kak Eva Novia Aryantini, S.Pd, menyampaikan bahwa penggunaan layar interaktif memberikan dampak positif dalam pembelajaran. “Anak-anak jadi lebih fokus dan cepat memahami materi karena disajikan secara visual. Ini sangat membantu sebelum mereka praktik langsung,” ungkapnya.

Sementara itu, Pembina Penggalang Putra, Kak Yogi Darmawan, S.Pd, berharap metode ini terus dikembangkan. “Perpaduan teknologi dan praktik seperti ini membuat pembelajaran lebih menarik dan bermakna bagi peserta,” tuturnya.

Salah satu peserta, Hanin Hanania, mengaku sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Belajarnya jadi seru karena ada layar interaktif, jadi lebih mudah dipahami sebelum praktik,” katanya.

Apresiasi juga disampaikan oleh Ka Mabigus SDN Banjarsari 01, Kak Humaira, S.Pd., M.Si, yang menilai kegiatan ini sangat inovatif. “Ini langkah yang luar biasa karena memadukan teknologi dengan pendidikan kepramukaan. Saya berharap kegiatan seperti ini terus berlanjut,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, anggota Pramuka Penggalang tidak hanya memperoleh keterampilan penjernihan air, tetapi juga pengalaman belajar yang modern, interaktif, dan aplikatif. Latihan berlangsung dengan lancar dan penuh semangat, mencerminkan kesiapan generasi muda yang adaptif terhadap perkembangan zaman.


Pewarta : MRU
Kontributor : Yogi